Moneter.id – PT Sentul
City Tbk (BKSL) membukukan pendapatan bersih atau tidak audit sebesar Rp
801,165 miliar di kuartal III/2018. Raihan ini meningkat 12.03% dari Rp715,122
miliar pada periode yang sama 2017.
Sementara, emiten
properti ini meraih laba kotor sebesar Rp 507,463 miliar, meningkat 50.10% dari
Rp 338,092 miliar pada periode yang sama tahun 2017.
Perseroan
membukukan penjualan atau marketing sales
sebesar Rp 813 miliar. Tahun 2018, BKSL menargetkan dapat meraih marketing sales sebesar Rp1,5 triliun. ”Karena
block sales yang rencananya kami raih
di tahun 2018 mundur, maka mempengaruhi pencapaian marketing sales tahun 2018. Namun kami optimis tahun 2018 bisa
meraih marketing sales di atas Rp 1
triliun,” tulis perseroan diketerangan resminya, Senin (10/12).
Lalu, untuk
tahun 2019, lanjutnya, perseroan menargetkan marketing sales tumbuh 15%-20%. Namun jika block sales bisa diraih di tahun 2019, maka marketing sales bisa jauh meningkat.
Tahun 2019,
Sentul City belum ada produk baru dan masih fokus menghabiskan produk lama
seperti Saffron Noble Residence, Opus Park, Green Mountain, Spring Mountain,
dan lainnya. Rasio penjualan di tahun 2019 untuk landed 50%, high rise
30%, dan block sales 20%.
Untuk tahun 2019, BKSL
akan menganggarkan belanja modal atau capital
expenditure (capex) sebesar Rp 500 miliar. Saat ini, PT Sentul City Tbk
tengah mengembangkan superblok Centerra di Central Business Distric (CBD)
Sentul City, di Sentul City, Bogor seluas 7,8 hektar.




