Moneter.id – Kevin Systrom merupakan seorang miliarder asal San
Fransisco yang pertama kali mengenalkan aplikasi Instagram ke seluruh dunia. Hingga kini, aplikasi berbagi foto dan video ini,
makin populer dan digunakan banyak orang. Tercatat, sampai dengan Juni 2018 pengguna Instagram di
seluruh dunia berhasil menembus hingga 1 miliar.
Nah, penasaran
dengan sosok Kevin Systrom? Berikut sepak terjang lelaki 34 tahun ini yang
perlu Anda ketahui seperti dikutip dari Cekaja.com,
Sabtu (29/9):
Pertama, memiliki harta Rp20,8 triliun. Forbes
mencatat jumlah kekayaan Kevin mencapai 1,4 juta dolar AS atau sekitar Rp20,8
triliun (kurs saat ini).
Kevin Systrom mengenyam pendidikan di Universitas
Stanford. Ia lulus pada 2006 dan mendapat gelar sarjana di bidang Management
Science and Engineering.
Sejak menjadi mahasiswa hingga lulus, Kevin sudah
tertarik dengan dunia teknologi terutama di dunia startup. Ia terpilih sebagai
salah satu dari 12 orang yang terlibat dalam Mayfield Fellows Program di
kampusnya.
Program tersebut difasilitasi pihak universitas yang
menawarkan pelatihan dan pengalaman mendalam kepada mahasiswa dalam
kewirausahaan teknologi tinggi. Saat itu Kevin menjajal untuk magang di
Twitter.
Kedua, bekerja untuk Google. Karir
Kevin di dunia startup bermula ketika
ia banyak belajar saat bekerja di Google.
Di perusahaan teknologi mesin pencari tersebut, Kevin
bekerja sebagai manajer pemasaran produk. Kevin bertanggung jawab atas beberapa
produk Google seperti Gmail, Google Calendar, Docs dan Spreadsheets.
Tak lama bekerja di Google, Kevin kemudian bekerja untuk
Nextstop, perusahaan rintisan yang didirikan oleh para mantan karyawan Google.
Namun ia bekerja di perusahaan tersebut tak berlangsung lama.
Kevin merupakan seorang yang memiliki tipe penasaran
terhadap suatu hal. Maka mulailah ia bereksperimen dengan hal-hal baru.
Ketiga, mendirikan Burbn cikal bakal Instagram. Setelah keluar dari perusahaan sebelumnya,
Kevin mendirikan startup baru yang
diberi nama Burbn. Kevin tak sendiri, ia mengajak rekannya Mike Krieger yang
memiliki ide sama. Burbn ini merupakan aplikasi cikal bakal dari Instagram.
Setelah dikenalkan,
aplikasi tersebut dinilai terlalu banyak fitur. Sementara Kevin menginginkan
aplikasi yang sederhana yang bisa berbagi foto, kolom komentar dan tombol
likes. Maka muncullah Instagram sebuah aplikasi yang tak sekedar bisa sharing
foto tetapi juga video.
Kehadiran Instagram ini sebetulnya tak lepas
dari peran sebuah lembaga permodalan Baseline Ventures dan Andreessen Howowitz
yang telah menyuntikan modal sekitar 500.000 dolar AS pada 2010. Sebulan
setelah resmi diluncurkan, Instagram berhasil diunduh oleh sejuta pengguna di
seluruh dunia.
Keempat, Facebook akuisisi Instagram. Pada 2012, Kevin harus melepas saham
Instagram yang diakuisisi Facebook. Tak tanggung-tanggung, jumlah dana yang
digelontorkan Facebook untuk mencaplok Instagram saat itu mencapai 1 miliar
dolar AS.
Namun, bukan berarti
Kevin harus hengkang setelah karya yang dibuatnya menjadi hak milik Mark
Zuckerberg. Kevin tetap mengelola Instagram karena Zuckerberg ingin pengelolaan
Instagram tetap independen.
Pada saat diakuisisi Facebook, pengguna
Instagram masih mencapai 30 juta. Saat ini, Instagram sudah digunakan oleh
lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia. Padahal pada saat dibeli, Instagram
belum memiliki penghasilan.
Namun, banyak pengamat mengatakan bahwa
keputusan Facebook mengakuisisi Instagram merupakan keputusan yang tepat.
Sebab, saat ini Instagram bukan hanya dipandang sebagai aplikasi yang paling
banyak digemari, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang menggiurkan.
Kelima, undur diri dari Instagram. Namun, di saat Instagram sedang melesat,
kabar terbaru kembali datang dari Kevin dan Mike. Keduanya dikabarkan
mengundurkan diri dari perusahaan yang mereka dirikan.
Alasan yang beredar dari
hengkangnya para pendiri Instagram tersebut karena keduanya sering tak sepaham
dengan Zuckerberg.
Kevin Systrom yang
menjabat sebagai CEO) dan Mike Krieger Direktur Teknis Instagram juga
disebut-sebut sering tak seirama dengan Zuck yang terkesan menggantungkan masa
depan Facebook kepada Instagram. Terlebih, popularitas Instagram saat ini
dinilai lebih moncer ketimbang Facebook.
Selain itu, kabar tak sedap dari Facebook
yang sering diterpa kasus mengenai privasi pengguna dan berita palsu semakin
membuat namanya perlahan seolah disalip Instagram.
(TOP)




