Kamis, Januari 15, 2026

Serangan Ransomware WannaCry Termasuk Teroris Siber

Must Read

Moneter.co.id – Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Sammy Pangerapan mengatakan serangan siber yang terjadi belakangan ini bersifat tersebar dan masif serta menyerang critical resource (sumber daya yang sangat penting). Bahkan, serangan ini bisa dikategorikan teroris siber.

“Di Indonesia, berdasarkan laporan yang kami terima, serangan ditujukan ke RS.Harapan Kita dan RS. Dharmais. Dengan adanya serangan siber ini, kami minta agar masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kehati-hatian dalam berinteraksi di dunia siber,” ujar Sammy, Sabtu (13/5).

Sammy mengimbau masyarakat segera melakukan tindakan pencegahan terhadap ancaman malware khususnya ransomware jenis WannaCry.

Menurut Sammy, serangan siber yang menyerang Indonesia berjenis ransomware. “Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali,” ujarnya.

“Tahun ini sebuah jenis ransomware baru telah muncul dan diperkirakan bisa memakan banyak korban.Ransomware baru ini disebut WannaCry. WannaCry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut,” beber Sammy.

Sammy menduga serangan WannaCry sudah memakan banyak korban di berbagai negara. Oleh karena itu, penting untuk melakukan serangkaian tindakan pencegahan dan juga penanganan apabila terjadi insiden.

“WannaCry menginfeksi sebuah komputer dengan mengenkripsi seluruh file yang ada di komputer tersebut dan dengan menggunakan kelemahan yang ada pada layanan SMB bisa melakukan eksekusi perintah lalu menyebar ke komputer Windows lain pada jaringan yang sama,” ucapnya.

“Semua komputer yang tersambung ke internet yang masih memiliki kelemahan ini apalagi komputer yang berada pada jaringan yang sama memiliki potensi terinfeksi terhadap ancaman WannaCry,” imbuh dia.

Menurut Sammy, dari tampilan diketahui bahwa WannaCry meminta ransom atau dana tebusan agar file-file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi. Dana tembusan yang diminta adalah dengan pembayaran bitcoin yang setara dengan US$300.

“WannaCry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya. Di samping itu juga memberikan deadlinewaktu terakhir pembayaran dan waktu di mana denda tebusan bisa naik jika belum dibayar juga,” ungkap Sammy.

Lebih jauh, Sammy menganjurkan mengikuti beberapa langkah berikut untuk tindakan pencegahan dari terinfeksi malware ransomare jenis WannaCry.

PertamaUpdate security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh Microsoct di link berikut Patch. Kedua, Jangan mengaktifkan fungsi macros

Ketiga, Non-aktifkan fungsi SMB v1. Keempat, Block 139/445 & 3389 Ports. Dan Kelima, Selalu backup file-file penting di komputer Anda dan disimpan di tempat lain

Ia mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum ada solusi yang paling cepat dan jitu untuk mengembalikan file-file yang sudah terinfeksi WannaCry. 

“Namun, memutuskan sambungan internet dari komputer yang terinfeksi akan menghentikan penyebaran WannaCry ke komputer lain yang rentan vulnerable,” jelasnya.

“Sebagai tambahan yang sangat penting, ID-SIRTII menyarankan hari Senin besok dan kantor akan buka, mohon diwaspadai agar PC-PC dan bentuk komputer personal dan jaringan lainnya jangan terhubung ke LAN dan internet dulu, terlebih dahulu lakukan backup data penting, pastikan software anti virus sudah update serta security patch yang disarankan oleh Microsoft dilakukan terlebih dahulu,” tutupnya.

Rep.Hap

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img