Senin, April 13, 2026

Serangan Siber Meledak, Kaspersky Incar Cuan dari Lonjakan Belanja AI Security di Indonesia

Must Read

Ledakan serangan siber di Indonesia mulai berubah menjadi ladang bisnis baru bagi industri keamanan digital. Di tengah lonjakan ancaman yang menembus puluhan juta kasus, perusahaan global keamanan siber Kaspersky agresif menangkap peluang monetisasi dari meningkatnya belanja teknologi perlindungan data, terutama solusi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Data terbaru Kaspersky menunjukkan sepanjang tahun lalu Indonesia dibombardir 14,9 juta serangan berbasis web dan 39,7 juta ancaman pada perangkat, sementara 20% perusahaan tercatat menjadi korban serangan rantai pasok. Eskalasi ancaman ini mendorong korporasi memperbesar alokasi investasi pada sistem keamanan TI yang lebih terintegrasi.

Momentum tersebut langsung tercermin pada kinerja bisnis perseroan. Secara global, Kaspersky membukukan penjualan mendekati US$ 836 juta pada 2025, tumbuh 4% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan paling agresif datang dari lini business-to-business (B2B) yang naik 16% YoY, menandakan derasnya permintaan dari sektor korporasi.

Di kawasan Asia Pasifik, segmen enterprise tumbuh lebih tinggi, yakni 22% YoY, sementara bisnis non-endpoint melesat 40% YoY. Angka ini menunjukkan pergeseran belanja perusahaan dari proteksi perangkat konvensional menuju solusi keamanan berbasis analitik data, cloud, dan AI.

“Kaspersky telah mengembangkan teknologi dan layanan kelas dunianya selama hampir tiga dekade. Kami adalah pelopor dalam mengadopsi pembelajaran mesin dan kecerdasan buatan (AI) dalam keamanan siber sejak tahun 2004,” ujar Adrian Hia, Managing Director Asia Pasifik Kaspersky.

Menurut Adrian, Asia Pasifik, termasuk Indonesia, kini menjadi pasar strategis karena percepatan digitalisasi bisnis berlangsung jauh lebih cepat dibanding banyak kawasan lain.

“Karena Asia Pasifik memimpin dunia dalam transformasi digital, penggunaan AI, dan adopsi cloud, hasil kuat kami yang konsisten di Asia Pasifik menunjukkan bahwa Kaspersky berada pada posisi strategis untuk mengamankan perluasan digital di kawasan ini,” katanya.

Indonesia sendiri menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru bagi perseroan. Penjualan Kaspersky di pasar domestik naik 3% YoY, dengan segmen konsumen atau B2C melonjak 48% YoY.

Lonjakan ini dinilai mencerminkan dua tren sekaligus: meningkatnya kesadaran risiko keamanan digital di level individu serta ekspansi pasar proteksi data untuk usaha kecil hingga korporasi besar.

Yang paling menarik, peluang monetisasi terbesar kini datang dari pengembangan Security Operations Center (SOC) berbasis AI. Riset Kaspersky menunjukkan 65% perusahaan di Indonesia berencana meningkatkan SOC dengan AI, sementara 53% menyebut peningkatan efektivitas deteksi ancaman sebagai alasan utama investasi.

Ini menandakan pasar cybersecurity nasional mulai memasuki fase baru, dari sekadar pembelian antivirus menuju investasi infrastruktur keamanan digital yang lebih kompleks dan bernilai tinggi.

“Seiring dengan meningkatnya ancaman siber yang menargetkan perusahaan-perusahaan di Indonesia baik dari segi volume maupun kompleksitas, organisasi tidak dapat lagi mengandalkan sistem keamanan yang terfragmentasi,” ujar Defi Nofitra, Country Manager Indonesia Kaspersky.

“SOC terintegrasi, yang didukung oleh SIEM dan intelijen ancaman real-time, sangat penting untuk memungkinkan deteksi ancaman dini, respons insiden yang cepat, dan menjaga pertahanan bisnis yang berkelanjutan,” tegasnya.

Bagi pelaku industri, tren ini membuka peluang pasar yang besar, terutama di area AI-driven detection, SIEM, EDR, dan XDR, yang kini menjadi fokus belanja perusahaan dalam menjaga keberlangsungan operasional.

Dengan ancaman yang terus meningkat dan regulasi perlindungan data yang semakin ketat, pasar keamanan siber Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu sektor teknologi dengan pertumbuhan investasi paling agresif dalam beberapa tahun mendatang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Perkuat Konektivitas RI di Tengah Lonjakan Permintaan Liburan, Scoot Perluas Rute ke Belitung dan Pontianak

Maskapai berbiaya hemat milik Singapore Airlines Group, Scoot, mempertegas ekspansi bisnisnya di pasar Indonesia dengan membuka dua rute baru...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img