Jumat, Maret 13, 2026

Siapkan Rp1,4 Triliun, Matahari Department Store Bakal Buyback 10 Persen Saham

Must Read

Moneter.id – PT Matahari Department
Store 
Tbk (LPFF) menyiapkan dana Rp1,4 triliun untuk membeli
kembali
 atau buyback saham perseroan. Perseroan akan melakukan buyback sebanyak-banyaknya
10
% dari modal disetor dan ditempatkan perseroan
atau sebesar 291.791.808 saham. 

Persetujuan buyback saham sebanyak 7% atau setara 204.254.266 saham telah diberikan
pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Oktober 2018 silam.
Saat itu, dana yang disiapkan untuk buyback saham
sebanyak-banyaknya Rp1,25 triliun.  
Kemudian, pada Jumat
(26/4), perusahaan kembali memberikan persetujuan buyback 
3% atau setara 87.537.542 saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
(RUPST).

Total buyback yang akan dilakukan
sebanyak-banyaknya 10
% dari
modal disetor dan ditempatkan perseroan atau sebesar 291.791.808 saham
. “Perseroan akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya Rp1,4
triliun untuk aksi korporasi itu
,” kata Direktur Legal dan Sekretaris Matahari Department Store Miranti Hadisusilo, Jumat (26/04). 

Buyback ini merupakan salah satu bentuk usaha perseroan untuk meningkatkan
nilai pemegang saham dan kinerja saham perseroan,” 
ucapnya

Sementara itu, harga maksimal buyback dibatasi sebesar Rp13.330 per
saham sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor
30/POJK.04/2017 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh
Perusahaan Terbuka. Periode buyback diberikan
selama 18 bulan atau hingga 25 Oktober 2020. 

Miranti menjelaskan perseroan telah
menyetujui buyback sebanyak
113.034.800 saham pada periode Oktober 2018 hingga Maret 2019 lewat
perizinan buyback
 pertama. “Untuk harganya di sekitar Rp4.000-Rp 4.100 per saham,” beber
Miranti. 

Lebih jauh, ia menambahkan perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp1 triliun pada
tahun ini. Belanja modal ini naik 39,66
% dari
tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp716 miliar. 

Capex tersebut akan
dialokasikan secara mayoritas atau sebesar Rp200 miliar untuk pembelian tanah
dan konstruksi toko distribusi. Sisanya, akan didistribusikan untuk pembangunan
gerai baru, renovasi gerai, pengembangan bisnis merchandise, dan pengembangan saluran omni channel
,”
jelas Miranti.

Meski menambah empat hingga enam gerai, ia
menyatakan Matahari juga tengah mengkaji penutupan dua gerai. Tahun ini,
perseroan mematok pertumbuhan penjualan per toko atau same store sales growth (SSSG) flat atau
mendatar hingga low single digit

Seperti diketahui, tahun 2018 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,09 triliun turun 42,5% dari laba 2017 yang sebesar Rp1,9 triliun.
Sementara itu pendapatan perseroan tahun lalu tumbuh sebesar 2,19
% menjadi Rp10,24 triliun.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sustainability Bond Tahap II Bank bjb, Catat Permintaan Hingga Rp932,4 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img