Moneter.co.id – Anggota DPR Fraksi Golkar Ichsan Firdaus menyatakan Ketua Umum Partai
Golkar Airlangga Hartato telah menyelesaikan persoalan calon kepala daerah yang
akan diusung partai Golkar pada Pilkada 2018 dalam waktu satu bulan setelah
terpilih.
“Selama satu bulan memimpin, Airlangga mampu melakukan
komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan di Partai Golkar,
menjelang pendaftaran bakal calon pilkada pada 8-10 Januari 2018,” kata Ichsan dalam
diskusi bertajuk “Perlukah Airlangga Mundur” di Jakarta, Sabtu (06/01).
Baca juga: Soal Rangkap Jabatan Airlangga, Ketua DPPGolkar: Tak Berpengaruh
Ichsan menjelaskan, dalam waktu satu bulan, Airlangga bisa menciptakan
iklim kondusif. Memutuskan calon di 171 daerah untuk pilkada bukan hal mudah
dan Airlangga mampu memutuskannya dalam waktu cepat.
“Dari 171 daerah, Partai Golkar sudah memutuskan calon untuk
direkomendasikan maju pada pilkada, meskipun tinggal 15% lagi daerah yang belum
diputuskan,” ujarnya.
Menurut dia, setelah Munaslub Golkar pada 19-20 Desember
2017, Airlangga juga mampu menciptakan suasana kondusif di tubuh Partai Golkar
dan melakukan komunikasi dengan partai politik lain terkait persiapan pilkada.
Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Happy Bone Zulkarnain
memaparkan setelah Airlangga terpilih sebagai Ketua Umum Golkar menggantikan
Setya Novanto, survei dari partai Golkar meningkat 3% dari 9,5% menjadi 12,5%
dalam satu bulan, berdasarkan survei Saiful Mujani Research Consulting (SMRC).
Menurut dia, posisi rangkap jabatan Airlangga tidak akan
memengaruhi kinerja baik di ranah politik maupun birokrasi. Airlangga disebut
sudah mempersiapkan tim solid dan profesional baik di Kementerian Perindustrian
maupun di internal Golkar untuk menghindari “conflict interest”.
“Airlangga ini profesional, ia sudah mempersiapkan
bagaimana supaya saling menguatkan dengan membentuk tim solid dan profesional
sehingga tidak akan mengganggu kinerja Kementerian Perindustrian dan parpol itu
sendiri,” pungkas Happy.
(HAP/Ant)




