PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), emiten produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), menyatakan kesiapannya dalam menghadapi dinamika bisnis tahun 2026 dengan mengandalkan struktur permodalan yang kuat.
Fondasi finansial yang kokoh ini menjadi mesin utama bagi Perseroan untuk menjalankan strategi ekspansi masif secara berkelanjutan.
Kekuatan modal tersebut tidak lepas dari kinerja penjualan yang stabil, di mana pada kuartal ketiga 2025, CLEO berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 5,8% YoY menjadi Rp2,09 triliun.
CEO CLEO, Melisa Patricia, mengungkapkan bahwa tren positif ini merupakan sinyal keberhasilan penetrasi pasar yang telah dilakukan. Menurutnya, kenaikan penjualan yang relatif stabil tersebut menunjukkan bahwa ekspansi pasar berjalan sesuai harapan.
Melisa juga menekankan bahwa kesehatan finansial perusahaan tercermin dari kemampuan operasional dalam menghasilkan dana segar.
“EBITDA yang relatif stabil dengan kenaikan 9% YoY menegaskan bahwa kapasitas operasional dan arus kas internal masih kuat untuk menopang kebutuhan investasi dan ekspansi lanjutan,” tambah Melisa.
Keseimbangan antara pendanaan internal dan eksternal dalam struktur modal Perseroan memungkinkan CLEO untuk terus bergerak agresif tanpa harus mengorbankan stabilitas operasional harian. Sebagai bukti nyata dari langkah ekspansif tersebut, CLEO telah merampungkan pembangunan tiga pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru.
Dengan mulai beroperasinya ketiga fasilitas tersebut pada tahun ini, total pabrik yang dimiliki Perseroan akan meningkat menjadi 35 unit di seluruh Indonesia. Kehadiran pabrik-pabrik baru ini secara otomatis memperkuat jaringan distribusi dengan mendekatkan produk kepada pelanggan, sehingga proses pengiriman menjadi lebih mudah dan efisien.
Ke depan, CLEO berencana untuk terus menyasar wilayah-wilayah potensial lainnya guna menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang. Dalam setiap langkah ekspansinya, Perseroan menerapkan prinsip kehati-hatian melalui kajian mendalam yang mencakup aspek hidrologi bahan baku hingga analisis potensi pasar secara terukur.
Hal ini dilakukan karena orientasi perusahaan bukan sekadar memperluas cakupan geografis, melainkan untuk membangun pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah industri yang semakin kompetitif dan tantangan daya beli masyarakat.
Perseroan tetap optimis mampu meraih pertumbuhan solid di tahun ini melalui kombinasi antara jangkauan pasar yang luas dan inovasi produk. Strategi ini diharapkan menjadi kunci dalam menjaga performa kinerja tetap berada di jalur positif. Melisa Patricia menutup penjelasannya dengan keyakinan penuh terhadap langkah strategis perusahaan ke depan.
“Kami optimis, strategi ekspansi tersebut didukung dengan peluncuran produk-produk inovasi baru secara berkala yang sesuai kebutuhan para pelanggan, akan mampu mendongkrak penjualan,” pungkasnya.




