Jumat, Maret 13, 2026

Survey: Kuartal III/2017, Media Cetak Dibaca 4,5 Juta Orang

Must Read

Moneter.co.id – Media cetak merupakan media pelopor dalam
menyampaikan informasi kepada masyarakat umum.

Berdasarkan survey Nielsen Consumer & Media View (CMV)
kuartal III/2017 yang dilakukan di 11 kota dan meng-interview 17 ribu responden,
saat ini
media cetak (termasuk Koran, Majalah dan Tabloid) memiliki penetrasi sebesar 8%
dan dibaca oleh 4,5 juta orang. Dari jumlah tersebut, 83%nya membaca koran.

Alasan utama para pembaca masih memilih koran
adalah karena nilai beritanya yang dapat dipercaya. “Elemen
trust terhadap konten tentu berpengaruh
terhadap iklan yang ada di dalamnya. Sehingga keberadaan koran sebagai media
beriklan sangat penting untuk produk yang mengutamakan unsur
trust misalnya produk perbankan dan
asuransi,” ujar Hellen Katherina, Direktur Eksekutif Nielsen Media.

Sedangkan untuk Tabloid atau Majalah lebih
kepada kisah nyata yang diulas.
Jika dilihat dari profil pembaca, media cetak
di Indonesia cenderung dikonsumsi oleh konsumen dari rentang usia 20-49 tahun
(74%), memilki pekerjaan sebagai karyawan (32%) dan mayoritas pembacanya
berasal dari Kelas Atas (54%).

Ini
menunjukkan bahwa pembaca media cetak masih produktif dan dari kalangan yang
mapan. Pembaca media cetak juga merupakan pembuat keputusan dalam rumah tangga
untuk membeli sebuah produk (36%).

Membaca
buku adalah salah satu hobi dari konsumen media cetak. Selain membaca, mereka
juga lebih cenderung menyukai
traveling.
Tiga dari empat pembaca media cetak mengakui tidak keberatan saat melihat iklan
karena iklan adalah salah satu cara untuk mengetahui produk baru.

Dengan
semakin berkembangnya teknologi, pembaca media cetak juga menggunakan Internet
dalam kehidupan sehari-hari. “Tingginya frekuensi penggunaan internet diantara
pembaca media cetak yang
  mencapai 86%,
yaitu diatas rata-rata yang sebesar 61% semakin memperkuat fakta bahwa pembaca
media cetak berasal dari kalangan yang lebih
affluent,” ujar Hellen.

Sebanyak
65% pembaca media cetak mengakses internet melalui
smartphone dan menghabiskan waktu dengan Internet hampir 3 jam
setiap harinya.

Kepembacaan
melalui internet atau digital juga cukup tinggi. Menurut data Nielsen Consumer and Media View, sampai dengan
kuartal ketiga 2017, jumlah pembaca versi digital mencapai 6 juta orang dengan
penetrasi sebesar 11%. 
“Ini
membuktikan bahwa minat membaca tidak turun, tapi hanya berganti platform
saja,” tambah Hellen.

Hal
ini juga terlihat dari tingginya penetrasi kepembacaan digital di beberapa kota
di pulau Jawa seperti, area Bandung dan sekitarnya (25%), Surakarta (22%),
Yogyakarta dan sekitarnya (19%), Semarang dan sekitarnya (12%) serta Jakarta
dan sekitarnya (11%). Sementara itu, di luar pulau Jawa, kebanyakan pembaca
masih lebih banyak membaca dalam bentuk cetak.

Hal
menarik lainnya adalah, versi digital mampu menjangkau pembaca dari Generasi Z
dengan rentang usia 10-19 tahun (17%). Mereka adalah konsumen media masa
depan.
 

Berbicara
tentang konten media, pada kenyataannya konten muatan lokal masih menarik
perhatian para pembaca di beberapa kota di Indonesia, baik yang dibaca melalui
media cetak ataupun yang diakses di media
online.

Seperti
di Makassar, sebanyak 80 persen konsumen membaca konten lokal melalui Koran dan
60 persen mengakses konten lokal melalui internet. Di Surakarta, 54 persen
konsumen membaca konten lokal malalui Koran dan 36 persen mengaksesnya melalui
Internet.
 

Dilihat dari sisi belanja iklan, meskipun
jumlah pendapatan belanja iklan turun 11 persen dari tahun 2013 ke tahun 2017, namun
total pendapatan iklan koran yang masih tetap berada di angka Rp21 Triliun
adalah gambaran bahwa media cetak masih memiliki peluang mendapatkan kue iklan
yang signifikan.

Jika dibandingkan porsi belanja iklan di media
cetak dan media televisi, Kategori Hotel dan Restoran masih banyak beriklan di
media cetak dengan
share 97 persen,
lalu kategori Kesehatan dan Pengobatan serta kategori Toko/Toko Spesialis
masing-masing memiliki
share iklan
yang tinggi di media cetak dengan 95%, disusul oleh Kategori Institusi
Pendidikan Formal (89%).

Sementara share
iklan di media cetak untuk Kategori Multivitamin dan Suplemen adalah 18 persen,
dan Kategori Perangkat dan Layanan Komunikasi masih di angka 12%, artinya
pelaku media cetak masih memiliki peluang untuk memikat pengiklan dari kedua
kategori ini. (TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sustainability Bond Tahap II Bank bjb, Catat Permintaan Hingga Rp932,4 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img