Kamis, Maret 12, 2026

Tahun 2020 PGN alami kerugian hingga USD264,773 juta

Must Read

Moneter.id

 PT
Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) mencatatkan rugi
bersih sebesar US$ 264,773 juta di tahun 2020. Catatan ini
memburuk dibanding akhir tahun 2019 yang mencatatkan
laba bersih sebesar US$ 67,584  juta.

Akibatnya, rugi per saham dasar tertulis US$
0,011 dibandingkan akhir tahun 2019 yang membukukan laba per saham
senilai US$ 0,003.

“Sementara pendapatan bersih tahun 2020
tercatat sebesar US$ 2,885 miliar atau turun 25,02% dibanding tahun 2019 yang
tercatat sebesar US$ 3,848 miliar,” tulis perseroan diketerangan resminya,
Senin (12/4).

Namun, tulisnya beban pokok pendapatan tertera
sebesar US$ 2,031 miliar atau turun 22,51% dibanding tahun 2019
sebesar US$ 2,621 miliar. Sehingga laba kotor terbilang US$ 854,41 juta
atau turun 30,39% dibanding tahun 2019 sebesar US$ 1,227 miliar.

Perseroan menjelaskan, terkoreksinya kinerja keuangan
karena mencatatkan penurunan nilai properti minyak dan gas senilai US$ 76,684
juta. Padahal pos tersebut tahun 2019 mencatatkan pemulihan nilai sebesar US$
62,735 juta.

Lebih tertekan karena adanya pembengkakan provisi
sengketa pajak sebesar 118,8% menjadi US$ 278,37 juta dibandingkan tahun 2019
sebesar US$ 127,72 juta.

Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar US$ 2,955
miliar atau turun 9,52% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat
sebesar US$ 3,243 miliar. Adapun total kewajiban
terbilang sebesar US$ 4,578 miliar atau tumbuh 10,6% dibanding
akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar US$ 4,139 miliar.

Hasilnya, aset perseroan tercatat sebesar US$ 7,532
miliar atau tumbuh 2,1% dibanding akhir tahun 2019 yang tecatat
sebesar US$ 7,373 miliar.

Selanjutnya arus kas diperoleh dari aktivitas operasi
tercatat sebesar US$ 416,87 juta atau turun 49,08% dibanding akhir tahun 2020
yang tercatat sebesar US$ 817,89 juta.

Pada tahun 2021, PGN berkomitmen menjalankan tugas
untuk membangun jargas dengan dana APBN sebanyak 120.776 sambungan rumah (SR)
di 21 kota dan kabupaten. Adapun untuk jargas mandiri, PGN akan membangun
sebanyak 369.224 SR secara bertahap.

Sementara itu, karena terdapat tambahan pelanggan
existing dan pelanggan baru, volume niaga gas di tahun 2021 diproyeksikan
meningkat.

Tambahan pelanggan
tersebut, yakni Pupuk Indonesia, kebutuhan gas di sektor pembangkit, kebutuhan
gas untuk kilang Pertamina, LNG Retail, dan pertumbuhan pemanfaatan gas pada
pelanggan existing maupun pelanggan di wilayah ekonomi baru.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sustainability Bond Tahap II Bank bjb, Catat Permintaan Hingga Rp932,4 Miliar

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (bank bjb) menawarkan Sustainability Bond Tahap II dengan permintaan investor telah mencapai...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img