Moneter.id – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Perum Peruri memproyeksikan
pendapatan sebesar
Rp1,032 triliun dari produk digital pada tahun 2020.
“Bisnis
sekuriti digital akan menjadi salah satu pilar utama bisnis Peruri ke depan. Dan
diproyeksikan pendapatan dari produk digital adalah sebesar Rp1,032
triliun,” kata Direktur Utama Perum Peruri Dwina Septiani Wijaya di
Jakarta, Rabu (6/11).
Salah satu bukti dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugasi
untuk mencetak uang rupiah bagi Republik Indonesia ini yaitu dengan melakukan penjajakan bisnis melalui
penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU dengan beberapa instansi seperti industri
fintech, perbankan, multifinance, FMCG, farmasi, dan industri lainnya pada
tahun ini.
“Dalam rangka
mengantisipasi perkembangan teknologi digital, langkah-langkah yang dilakukan
Peruri adalah dengan cara memperkuat bisnis utama yaitu pencetakan uang rupiah
dan dokumen sekuriti milik negara lainnya serta mengembangkan bisnis baru atau new wave business di bidang digital security,” ucapnya.
Lanjutnya, saat
ini Peruri telah melakukan transformasi bisnis ke arah digital melalui tiga
produk unggulannya yaitu Peruri Code, Peruri Sign, dan Peruri Trust, yang telah
resmi diluncurkan September 2019.




