Moneter –
PT Bank Sumsel Babel (BSB) menargetkan dapat menyalurkan kredit usaha takyat
(KUR) senilai Rp1,5 triliun pada 2022. Target ini meningkat jika dibandingkan sebelumnya
yang hanya Rp1 triliun.
“Tahun lalu,
kami merealisasikan penyaluran KUR hingga Rp944,7 miliar dengan jumlah debitur
sebanyak 19.076 atau mencapai 94,47 persen,” kata Direktur Bisnis Bank Sumsel
Babel Antonius Prabowo Argo di Palembang, Minggu (20/2/22).
Antonius bilang, alokasi penyaluran KUR BSB mengalami
peningkatan sejak 2020, yang mana mampu merealisasikan Rp448 miliar dari kuota
Rp 532,5 miliar untuk 9.277 debitur.
Hal itu tak lepas dari strategi BSB yang membangun
beragam kluster bisnis untuk kalangan pelaku usaha mikro kecil dan menengah
(UMKM), di antaranya kluster pertanian, kluster kuliner, kluster fesyen dan
lainnya.
Melalui sistem kluster itu, BSB mempertemukan antara produsen dan
offtaker (pembeli) seperti yang sudah dilakukan pada kluster pertanian di
Kabupaten Ogan Komering Ulu. Kemudian, kluster pempek di Kampung Pempek Tanjung
Rajo, 7 Ulu, Palembang.
Dengan begitu, pelaku UMKM dapat menekan biaya
produksi karena sudah terbentuknya ekosistemnya dari sisi hulu hingga hilir.
Sementara, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Regional VII
Sumatera Bagian Selatan Untung Nugroho mengatakan saat ini porsi penyaluran
kredit UMKM oleh perbankan di Sumatera Selatan sudah mencapai 34,14 persen atau
melewati target nasional 30 persen pada 2024.
Pencapaian positif ini tak lepas dari membaiknya
sektor riil dalam beberapa tahun terakhir yang juga ditopang dengan strategi
jitu perbankan dalam penyaluran kredit UMKM.
“Tercapainya porsi kredit UMKM sebelum batas waktu
2024 ini tak lepas juga dengan baiknya daya serap kredit dari pelaku usahanya
sendiri,” kata dia.
Sebenarnya, capaian positif penyaluran kredit UMKM ini
sudah terjadi secara bertahap sejak empat tahun lalu. Jika diamati, pada 2018
diketahui kontribusi kredit UMKM sebesar 31,9 persen atau senilai Rp26,4 triliun,
dan pada 2019 sudah mencapai 32,3 persen atau senilai Rp27,7 triliun.
Sementara itu per November 2020 sudah mencapai 31,5
persen atau senilai Rp27,1 triliun terhadap total kredit di Sumsel Rp86,1
triliun. Sementara pada 2021, porsi kredit UMKM mencapai 34,14 persen dari
total penyaluran kredit Rp91 triliun.
Diketahui, Sumsel telah mampu merealisasikan
penyaluran KUR hingga 4,4 triliun pada 2021 sehingga pada 2022 mendapatkan
alokasi tambahan dari pemerintah menjadi Rp8 triliun.




