Moneter.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan
peningkatan 2.000 investor dari Provinsi Papua Barat pada tahun 2018 ini. Sebelumnya
jumlah investor saham Papua Barat pada tahun lalu tercatat sebesar 906 orang.
Dari seluruh daerah di Papua Barat baru Manokwari dan Sorong
yang mendominasi jumlah investor, sementara di daerah lain jumlahnya belum
cukup signifikan.
“Kita masih memperbanyak program
kampanye dan literasi dengan menyasar berbagai kalangan, dari pelajar,
mahasiswa, hingga komunitas masyarakat,” kata Kepala Kantor BEI Manokwari
Adevi Sabath, Sabtu, (17/02).
Menurut Adevi, saat ini baru lima galeri investasi terbentuk
di wilayah Manokwari dan Sorong. Di Manokwari Galeri Investasi terbentuk di
Universitas Papua dan STIE Mah-Eisa dan Sorong sudah terbentuk di Universitas
Viktoria, STIE Bukit Zaitun serta Universitas Muhammad Sorong.
Selain memberikan pelayanan di galeri Investasi, pihaknya
saat ini sedang melakukan proses edukasi bagi komunitas ojek Perprama
Manokwari. Dalam waktu dekat, Desa Nabung Saham pun dibentuk di wilayah
transmigrasi.
“Kita lihat ternyata minat investasi di kalangan
masyarakat trans cukup tinggi. Baru-baru banyak warga di sana yang tertipu
investasi bodong,” ujarnya.
(HAP)




