Moneter.id
–
PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyiapkan belanja modal
(capital expenditure/capex) sebesar
Rp 500 miliar pada tahun 2021. Rencananya anggaran tersebut dipergunakan untuk
meningkatkan pelayanan dan mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk memudahkan
pelanggan.
“Anggaran belanja pada tahun ini akan
digunakan untuk sebagai biaya peremajaan kendaraan dan juga investasi
teknologi. Capex ini bersumber dari bank dan juga kas internal,” kata Kata Head of Investor Relations Blue Bird
Michael Tene, Selasa (12/1).
Katanya, dengan strategi tersebut
nantinya para pelanggan perseroan dapat lebih mudah melakukan pemesanan
kendaraan yang diharapkan meningkatkan efisiensi operasi armada.
“Hal ini dilakukan karena taksi
reguler masih jadi kontributor utama pendapatan perseroan. Dari segi
diversifikasi, lanjut dia, perseroan selalu terbuka pada peluang bisnis baru
yang sejalan dengan core business
perseroan,” ucap Michael.
Sementara sepanjang 2020 lalu, Blue
Bird telah merealisasikan belanja modal sebanyak Rp 500 miliar dari total Rp
1,5 triliun yang dianggarkan.
Berdasarkan laporan keuangan
perseroan, hingga September 2020, Blue Bird membukukan pendapatan sebanyak Rp
1,55 triliun, jumlah ini terpangkas 47.64%.
Secara rinci, terjadi penurunan
pendapatan dari lini kendaraan taksi sebesar 50,85% atau setara dengan Rp 1,16
triliun, padahal segmen ini sebelumnya berkontribusi hingga Rp 2,36 triliun
pada September 2019.
Hal yang sama juga dialami segmen
sewa kendaraan yang turun 36,65% menjadi Rp 400,45 miliar.
Kemudian beban langsung pada periode
ini tercatat sebanyak Rp 1,29 triliun, menurun 40% dari Rp 2,15 triliun,
sehingga laba bruto yang diperoleh perseroan berjumlah Rp 253,70 miliar. Beban
usaha yang ditanggung oleh perseroan juga turun menjadi Rp 430,73 miliar.
Lalu, pendapatan dan beban, segmen
denda dan klaim menguat hingga Rp 59,70 miliar. Namun, Blue Bird berhasil
membalikkan rugi menjadi untung dari laba selisih kurs menjadi Rp 7,26
miliar.
Meski demikian perolehan ini kembali
ditekan oleh beban bunga yang naik menjadi Rp 77,38 miliar.
Sehingga di periode 9 bulan pertama,
Blue Bird masih membukukan rugi berjalan Rp 157,94 miliar, dari sebelumnya
untung 229,75 di periode yang sama tahun 2019.
Sedangkan total aset hingga September
berjumlah Rp 7,44 triliun, terdiri atas aset lancar Rp 1,23 triliun dan aset
tidak lancar Rp 6,21 triliun. Sedangkan pada total liabilitas berjumlah Rp 2,19
triliun dan total ekuitas Rp 5,25 triliun.




