Kamis, Februari 19, 2026

Tahun ini, Menko Airlangga optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia capai 5,3 persen

Must Read

Moneter.id – Pemerintah
melalui Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengaku optimis
pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 akan mencapai target sekitar 4,5
persen hingga 5,3 persen.

“Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga
meminta agar pertumbuhan ekonomi dapat dijaga di level 5 persen tahun ini serta
target untuk 2022 adalah di kisaran 4,8 persen –  6 persen,” kata Menko Airlangga, Kamis (4/3).

Katanya, Indonesia diperkirakan 2021,
4,5 persen sampai 5,3 persen. Bapak Presiden meminta agar kita menjaga di level
5 persen dan di 2022 targetnya 4,8 persen sampai 6 persen. Tentu kita optimis.

“Indonesia dari sisi pertumbuhan
ekonomi pada tahun lalu memang terkontraksi 2,07 persen, namun lebih sedikit
dibandingkan negara lain seperti Turki, Korea Selatan, serta negara setara pada
G20,” ujarnya.

Menurutnya, indikator yang menunjukkan
pemulihan juga dapat dilihat pada PMI Manufaktur di atas 50, penjualan ritel,
dan beberapa indeks baik terkait dengan rupiah maupun Indeks Harga Saham
Gabungan (IHSG) yang sudah mencapai level sebelum COVID-19.

Kemudian neraca perdagangan yang sepanjang
2020 surplus 21,74 miliar dolar AS turut mendukung meski terjadi penurunan di
bidang impor maupun ekspor.

“Namun ini memberikan harapan karena
sektor pertanian dan industri sepanjang 2020 tumbuh ekspornya 14 persen dan
2,94 persen,” ujar  Menko Airlangga.

Selain itu, lanjut Menko Airlangga, harga-harga
komoditas terus mengalami perbaikan dengan komoditas ekspor seperti kelapa
sawit, batu bara, dan nikel berada dalam kontribusi yang baik.

“Juga kita lihat negara tujuan ekspor
kita masih negara-negara yang selalu menjadi andalan seperti China, AS, Jepang,
India dan Malaysia. Tentunya kita melihat ada potensi sektor ekspor di dorong
oleh sektor manufaktur,” kata Menko Airlangga.

Selanjutnya, dari segi impor terdapat
bahan baku penolong dan barang modal yang tercatat menurun 6,27 persen dan
11,47 persen sehingga akan terus didorong karena berkontribusi untuk
pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Impor kita terbesar dari Jepang, China,
Singapura, dan AS,” ujar Menko Airlangga.

Ia melanjutkan pemulihan ekonomi
turut didukung oleh perbaikan penanganan pandemi yakni recovery rate sudah
lebih baik di level 79 persen dibandingkan global 86,4 persen.

“Kasus aktif global 18,7 persen, sedangkan
Indonesia 10,87 persen. Jadi dalam periode satu tahun terlihat situasi
penanganan COVID-19 sudah lebih baik dan kasus harian sudah turun,“ tegasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Perkuat Infrastruktur dan Layanan Publik, PT SMI Kucurkan Pembiayaan Rp765 Miliar untuk Kabupaten Gianyar

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI kembali menunjukkan komitmennya dalam mengakselerasi pembangunan daerah melalui penyaluran pembiayaan sebesar...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img