MONETER
– PT
PertaLife Insurance meraih laba bersih sebesar Rp 48,96 miliar sepanjang tahun
2021. Angka
tersebut melonjak 166,26%, dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 18,39
miliar.
“Alhamdulillah, di tahun 2021 kami mencapai pencapaian laba terbesar
sepanjang sejarah,” kata Direktur Utama PertaLife Insurance Hanindio W. Hadi
belum lama ini.
Menurutnya, bahwa pencapaian laba bersih itu berkat keberhasilan perusahaan
dalam menerapkan strategi dan inisiatif yang tepat. Pencapaian itu juga menjadi
salah satu gambaran yang akan dipertimbangkan dalam penyusunan target dan
strategi bisnis ke depan.
“Meski banyak tantangan, kami optimistis mampu meningkatkan kinerja secara
berkelanjutan di masa mendatang,” kata Hanindio.
Diketahui, perusahaan yang dulunya bernama PT
Asuransi Jiwa Tugu Mandiri (AJTM) ini pada 2021 telah menjalankan beberapa
inisiatif untuk merealisasikan program transformasi berkelanjutan. Antara lain,
penyesuaian kebijakan produk, penyelesaian portofolio yang bermasalah, dan
percepatan likuiditas piutang perusahaan. Di sisi lain, PertaLife terus
menyempurnakan sistem manajemen kinerja dan melakukan efisiensi biaya.
Direktur Keuangan dan Investasi PertaLife Yuzran Bustamar menjelaskan,
perolehan laba itu ditopang oleh pertumbuhan pendapatan premi sebesar 4,02%,
pendapatan investasi sebesar 38,84%, dan imbal jasa Dana Pensiun Lembaga
Keuangan (DPLK) sebesar 20,30%.
Sepanjang 2021, pendapatan premi tercatat sebesar Rp489 miliar, pendapatan
investasi sebesar Rp62,43 miliar,dan imbal jasa DPLK sebesar Rp18,77 miliar.
“Pencapaian laba bersih itu berkat keberhasilan perusahaan dalam menerapkan
strategi dan inisiatif yang tepat,” imbuh Yuzran.
“Total aset PertaLife yang tumbuh sebesar 7,27% jika dibandingkan
dengan tahun sebelumnya,” tutupnya.




