Selasa, Januari 27, 2026

Target Kemenperin, Jaring 4.000 IKM Masuk e-Smart Tahun 2018

Must Read

Moneter.id – Kementerian
Perindustrian (Kemenperin) menargetkan sebanyak 4000 industri kecil dan
menengah (IKM) di dalam negeri akan bergabung dalam program e-Smart IKM pada
tahun 2018. Target tersebut meningkat dibanding tahun lalu yang mencapai 2.730
IKM.

“Kami
terus memacu IKM kita agar mampu memasarkan produknya di
marketplace melalui program e-Smart IKM, yang merupakan sistem
basis data dengan menyajikan berupa profil, sentra, dan produk IKM,” kata
Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih di Jakarta, Sabtu (30/6).

Menurut
Gati, pemanfaatan e-Smart IKM juga dapat memberikan jaminan terhadap produk,
keamanan dan standarisasi. Sejak diluncurkan e-Smart IKM pada Januari 2017
lalu, Kemenperin telah menggandeng sejumlah
marketplace
dalam negeri seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Blanja.com.

Dalam
mendukung implementasi program tersebut, dilaksanakan pula workshop e-Smart
IKM. Peserta yang mengikuti dibekali pelatihan selama dua hari mengenai
pengetahuan untuk peningkatan daya saing dan produktivitas usahanya serta
mendapatkan sosialisai terkait pemberian fasilitas dari Kemenperin.

“Beberapa
materi yang mereka terima, misalnya informasi tentang kredit usaha rakyat
(KUR), program restrukturisasi mesin dan peralatan, hak kekayaan intelektual,
SNI wajib, kemasan produk, serta strategi penetapan harga,” sebutnya.

Pada
hari kedua, lanjut Gati, peserta lokakarya e-Smart diberikan pelatihan untuk
cara foto produk, mengunggah foto dan cara berjualan di
marketplace. Kepada IKM yang hasil produksinya tidak laku
dipasarkan di
marketplace, akan
dilakukan pembinaan lanjutan agar produk mereka bisa bersaing dengan produk
impor yang dipasarkan melalui
e-commerce.

“Konsep
pembinaan yang kami lakukan di dalam program e-Smart IKM, yaitu kita balik dari
hilir ke hulu, karena kita ingin mengetahui dahulu pasarnya, baru kita
mengetahui apa yang diproduksi,” paparnya.

Gati
berharap, program e-Smart IKM pun bertujuan agar
marketplace dalam negeri tidak didominasi dengan produk impor.
“Semoga produk IKM dalam negeri dapat memperluas pasarnya serta dikenal oleh
masyarakat nasional maupun internasional,” imbuhnya.

Hingga
saat ini, nilai transaksi di e-Smart IKM tercatat lebih dari Rp601 juta, dengan
komoditas logam, fesyen, makanan dan minuman yang mendominasi nilai transaksi
penjualan online tersebut.

“Komoditas
logam menguasai 48,26% penjualan dengan nilai transakasi sebesar Rp290 juta,
kemudian fesyen 30,72% atau Rp184 juta, serta makanan dan minuman 14,01% atau
Rp84 juta,” ungkap Gati.

 

 

 (TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

YKK AP Indonesia Hadirkan Jendela Alumunium ber-SNI Lewat Pembukaan Showroom di Medan

YKK AP Indonesia terus menghadirkan produk bahan bangunan unggulan yang ber-Standar Nasional Indonesia (SNI). Sebagai produsen bahan bangunan nasional...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img