Moneter.co.id – PT Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) menetapkan target penyaluran pembiayaan sebesar Rp35 triliun di semua segmen hingga akhir tahun 2017. Pada segmen otomotif/kendaraan bermotor sebesar Rp31 triliun dan sisanya pembiayaan multiguna.
Harry Latif Deputi Direktur Adira Finance mengatakan, dari total itu, ditargetkan Rp14 triliun untuk mobil (baru, bekas, komersial, passenger) dan Rp17 triliun untuk sepeda motor (baru, bekas). Jadi komposisinya tetap sama 45 persen di mobil dan 55% di sepeda motor.
Untuk mencapai target tersebut, Harry mengungkapkan jika pihaknya akan lebih gencar mengucurkan pembiayaan di segmen mobil passenger. Sejauh ini pembiayaan Adira Finance lebih kuat untuk segmen mobil komersial, seperti pickup dari Mitsubishi Motor.
"Dulu di Mitsubishi penjualannya paling besar segmen komersial. Sekarang kontribusi terbesar di Daihatsu. Yang kedua Mitsubishi lalu Honda dan Toyota. Suzuki scara share cukup baik," ucapnya, Selasa (26/7).
Selain itu, Adira Finance juga menyatakan niatnya untuk membiayai mobil penumpang terbaru asal China, yakni Wuling dan Expander, MPV terbaru andalan Mitsubishi yang baru saja dikenalkan kepada media.
Ia menjelaskan, memang ada kekhawatiran. Namun ketika diajak ke pabriknya, dari situ kita terkejut ternyata dia bangun pabrik sebesar itu hanya 18 bulan, dari situ wuling cukup serius lagipula sebagian besarnya dimiliki general motor. "Itu yang membuat kita cukup yakin. Terakhir produknya lumayan bagus," tutur Harry.
Dengan strategi tersebut, Harry berharap komposisi pembiayaan segmen mobil komersial dan passengerbisa seimbang, masing-masing 50 persen. Selain itu, dia juga berharap ke depannya komposisi pembiayaan mobil menjadi 60 persen dan motor 40 persen.
Rep.Hap




