Kamis, Januari 15, 2026

Target Pertamina 2020, Kinerja Positif!

Must Read

Moneter.id – Perusahaan migas pelat merah, PT Pertamina
(Persero) optimis dan tetap konsisten menjaga operasional perusahaan serta
ketahanan energi, sehingga dapat mencapai target kinerja yang positif di akhir
2020.

Kata VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman,
Perseroan menghadapi triple shock sepanjang semester 1/2020.

Triple shock  yang dimaksud yakni penurunan harga minyak
mentah dunia, penurunan konsumsi BBM di dalam negeri serta pergerakan nilai
tukar dollar yang berdampak pada rupiah sehingga terjadi selisih kurs yang
cukup signifikan.

“Pandemic Covid-19, dampaknya
sangat signifikan bagi Pertamina. Dengan penurunan demand, depresiasi rupiah,
dan juga crude price yang berfluktuasi yang sangat tajam
membuat kinerja keuangan kita sangat terdampak,” ujarnya.

Menurut Fajriyah, penurunan
demand tersebut terlihat pada konsumsi BBM secara nasional yang sampai Juni
2020 hanya sekitar 117.000 kilo liter (KL) per hari atau turun 13% dibandingkan
periode yang sama tahun 2019 yang tercatat 135.000 KL per hari.

Bahkan, katanya, pada masa
PSBB di beberapa kota besar terjadi penurunan demand mencapai 50%-60%. “Namun,
Pertamina optimis sampai akhir tahun akan ada pergerakan positif sehingga
diproyeksikan laba juga akan positif, mengingat perlahan harga minyak dunia sudah
mulai naik dan juga konsumsi BBM baik industri maupun retail juga semakin
meningkat,” ujar Fajriyah.

Fajriyah menambahkan, optimisme Pertamina untuk mencapai kinerja positif di
akhir tahun juga terlihat dari keberhasilan pencapaian kinerja positif pada
laba operasi Juni 2020 sebesar USD443 juta dan EBITDA sebesar USD2,61 miliar
yang menunjukkan kegiatan operasional Pertamina tetap berjalan dengan baik.

Untuk itu, lanjut Fajriyah, Pertamina telah melakukan sejumlah inisiatif untuk
perbaikan internal dengan tetap melakukan penghematan sampai 30 persen.
Tak hanya itu, Pertamina juga melakukan skala prioritas rencana investasi,
renegosiasi kontrak eksisting serta refinancing untuk mendapatkan biaya bunga
yang lebih kompetitif.

“Pertamina juga terus meningkatkan
TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sehingga menurunkan tekanan kurs dan bisa
menekan biaya secara umum,” imbuh Fajriyah.

Menurut Fajriyah, kendati perusahaan mengalami rugi bersih pada semester 1 2020
dibandingan dengan periode yang sama tahun lalu, Pertamina tetap memberikan
pelayanan yang optimal kepada masyarakat agar pergerakan ekonomi nasional tetap
terjaga.

“Meski demand turun, seluruh proses bisnis Pertamina berjalan dengan
normal. SPBU tetap beroperasi, pendistribusian BBM dan LPG juga tetap terjaga
baik, kami memprioritaskan ketersediaan energi bagi rakyat,” tegas
Fajriyah.

Pertamina, lanjut Fajriyah, juga tetap menjalankan proyek strategis nasional di
sektor hulu seperti Jambaran Tiung Biru (JTB), tetap melakukan pengeboran sumur
migas yang sudah berjalan serta terus menuntaskan megaproyek RDMP dan GRR untuk
membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional.

“Secara total produksi minyak dan gas bumi Pertamina Group baik untuk aset
domestik maupun internasional mencapai 884,1 MBOEPD (ribu barel setara minyak
per hari). Bahkan beberapa anak perusahaan hulu Pertamina pun mencatat kinerja
positif dengan capaian target produksi sesuai target,” terang Fajriyah.

Sejalan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), konsumsi BBM dalam negeri telah
meningkat, dari sebelumnya diprediksikan penurunan 20%, kini penurunannya
menjadi hanya sekitar 12%.

“Peningkatan konsumsi BBM yang signifikan menunjukkan ekonomi nasional yang
terus tumbuh di berbagai sektor, karena itu Pertamina optimis kinerja akhir
2020 tetap akan positif,” pungkas Fajriyah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img