Sabtu, Maret 7, 2026

Target SKK Migas Tahun 2030, Produksi Satu Juta Barel Minyak per Hari

Must Read

Moneter.id
Satuan
Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
(SKK Migas) berupaya
mewujudkan
produksi satu juta barel minyak per hari pada 2030 melalui pengeboran yang
agresif.

“Jika target 2030 tercapai, maka
sektor hulu migas akan mencatat rekor produksi migas terbesar sepanjang sejarah
Indonesia,” kata Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu
Minyak dan Gas (SKK Migas) Dwi Soetjipto di Jakarta, Selasa
(12/1).

Menurut dia, pencapaian produksi satu juta
barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari
(BSCFD) pada 2030 itu setara 3,2 juta barel setara minyak per hari (BOEPD).
Puncak produksi sebelumnya terjadi
pada 1998 sebesar 2,9 juta BOEPD.

Dwi mengatakan pencapaian produksi pada
2030 itu juga akan menjadi tahapan penting untuk memenuhi kebutuhan migas
sesuai rencana umum energi nasional (RUEN) pada 2050.

Dalam RUEN, pada 2050 kebutuhan minyak
diproyeksikan meningkat menjadi 3,97 juta BOPD dan gas 26 BSCFD. 
“Ini menegaskan bahwa peningkatan
produksi migas adalah keharusan agar dapat menopang kebutuhan energi dan bahan
baku industri secara berkelanjutan,” tambahnya.

Dwi juga menyampaikan, pada 2020 merupakan
masa sulit bagi hulu migas karena terdampak pandemi COVID-19 dan dibayangi
harga minyak dunia rendah. 
Namun, kata
Dwi,
SKK Migas tetap berkomitmen agar kontribusi hulu migas
terhadap perekonomian nasional tetap terjaga.

Sementara, Deputi
Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin mengatakan pengeboran menjadi kunci
penambahan produksi dan cadangan migas di Indonesia.
Ke depan, jumlah sumur yang dibor
akan terus ditingkatkan 20-30 persen per tahun.

“Harapannya, pada 2025 sampai 2030
jumlah sumur yang dibor sekitar 1.000-1.100 sumur per tahun,” katanya.

Ia optimistis karena potensi peningkatan
produksi masih banyak. Dari 128 cekungan, baru 20 cekungan diproduksi dan 68
cekungan belum dieksplorasi.

Para investor juga siap meningkatkan investasi
di Indonesia jika mendapatkan insentif dan stimulus yang tepat.
“Realisasi
pengeboran sumur pengembangan pada 2020 sebanyak 268 sumur
,” ucap Jaffee.

Pada 2021, SKK Migas mendorong pengeboran
meningkat menjadi 616 sumur pengembangan.
“Untuk kegiatan workover ditargetkan sebanyak 615
sumur dan well service juga meningkat menjadi 26.431 sumur,” kata Jaffee.

Selain itu, lifting
minyak ditargetkan 705.000 BOPD dan gas 5,6 BSCFD.
Sehingga Indonesia membutuhkan
investasi 250 miliar dolar AS (Rp3.528 triliun) atau 25 miliar dolar (Rp352
triliun) per tahun.

“Investasi ini mutlak dibutuhkan hulu
migas untuk melakukan kegiatan eksplorasi, pengembangan, maupun produksi. Oleh
karena itu, pada saat yang sama kami juga membutuhkan kepastian berusaha bagi
investor,” katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Armada Kapal, Jaga Pasokan Energi Aman Selama Ramadan Idulfitri 2026

PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream Pertamina memastikan kesiapan penuh dalam menjaga kelancaran distribusi energi nasional selama periode Satgas...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img