Moneter.co.id – Perusahaan jasa survei, inspeksi, sertifikasi dan konsultasi, PT Surveyor Indonesia (Persero) menargetkan pendapatan di tahun ini mencapai Rp1,2 triliun, atau meningkat 41,18 persen dibanding realisasi pendapatan tahun 2016 sebesar Rp850 miliar.
Direktur Utama Surveyor Indonesia M. Arif Zainuddin mengatakan, tahun ini diperkirakan terjadi lonjakan pendapatan, sejalan dengan tingginya kontrak yang sudah diperoleh perusahaan. Sementara hingga April 2017 pendapatan sudah mencapai sekitar Rp700 miliar.
Ia menambahkan, adapun laba selama tahun ini diproyeksikan mencapai Rp160 miliar, meningkat dari realisasi laba 2016 Rp60 miliar. “Saat ini perseroan membukukan kontrak proyek senilai Rp1,4 triliun. Sumber proyek Surveyor Indonesia sebesar 80 persen berasal dari komersial (swasta) dan 20 persen dari Pemerintah (APBN).” ujarnya di Jakarta, Kamis (8/6).
Selama 2017 proyek baru yang diperoleh perusahaan antara lain dari Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) dan Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) menunjuk perseroan sebagai verifikator kontainer (container scanner) di pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II dan III. Uji coba sudah dilakukan di Pelabuhan Semarang, Medan, Surabaya dan menyusul di Pelabuhan Tanjung Priok.
Arif menjelaskan, pihaknya terus memantau setiap kontainer yang datang kemudian dilakukan pemeriksaan, apakah terjadi kerusakan atau tidak. Proyek yang bersinergi dengan Pelindo I, II dan III ini diharapkan bisa mengurangi biaya impor logistik.
Proyek berikutnya penyediaan laboratorium penerapan wajib Standar Nasional Indonesia (SNI) dari Kementerian Perindustrian. “Kami ditantang untuk membangun laboratorium untuk minyak pelumas, industri baja, velg, mainan anak, dengan total investasi sekitar Rp90 miliar,” ujarnya.
Selanjutnya pada Juli 2017, Surveyor Indonesia juga dipercaya mendapat proyek dari PT PLN (Persero) untuk pekerjaan mengurangi tingkat kehilangan BBM (oil loses) saat pengiriman BBM dari kilang Pertamina menuju pembangkit-pembangkit milik PLN.
Namun ia enggan menginformasikan besaran nilai kontrak itu. “Proyek ini merupakan ‘copy paste’ dari proyek Pertamina, dimana Surveyor Indonesia mendapat pekerjaan menurunkan ‘oil loses’ yaitu cargo monitoring pengiriman tanki BBM dari kilang Pertamina menuju tempat-tempat terminal penampungan,” kata Arif.
“Selama tahun 2017 Surveyor Indonesia mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp153 miliar, yang dialokasikan untuk membiayai pembelian aset berupa lahan, peralatan, operasional, software,” tutupnya.
Rep.Hap




