Moneter –
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menargetkan pendapatan tumbuh sekitar 5% – 6% di
tahun 2022. ”Kami berharap revenue masih dapat tumbuh positif
sekitar 5% sampai 6%,” kata Vice President Investor Relations Telkom
Indonesia, Andi Setiawan belum lama ini.
Selain itu, kata Andi, perseroan juga akan fokus mempertahankan
profitabilitas, terutama margin EBITDA di kisaran 50%, mengingat hal itu
menjadi indikator paling penting.
“Rasanya, industri telekomunikasi atau operator telekomunikasi dengan
margin 50% merupakan salah satu yang paling baik kalau di-benchmark secara
global,” paparnya.
Diketahui, pada kuartal III/2021, Telkom mencatatkan pendapatan sebesar
Rp106,04 triliun naik 6,1% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp99,94
triliun. Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi juga turut
meningkat menjadi Rp26,97 triliun dari Rp25,09 triliun.
Sementara, beban penyusutan dan amortisasi juga meningkat menjadi Rp22,18
triliun dari Rp21,03 triliun. Lalu, beban karyawan juga meningkat menjadi
Rp11,01 triliun dari Rp10,4 triliun. Beban pemasaran meningkat tipis menjadi
Rp2,37 triliun. Beban lainnya seperti beban interkoneksi, beban umum dan
administrasi turun menjadi masing-masing Rp3,71 triliun, Rp4,03 triliun.
Dengan begitu, perseroan mencatatkan pertumbuhan laba usaha menjadi Rp36,3
triliun per kuartal III/2021 dari Rp33,01 triliun pada periode yang sama tahun
lalu.
Kemudian laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik
entitas induk naik menjadi Rp18,87 triliun per 9 bulan 2021 tumbuh 13,14%
dibandingkan dengan Rp16,67 triliun pada 9 bulan tahun lalu.
Untuk aset, jumlah aset TLKM tercatatat sebesar Rp246,5 triliun per kuartal
III/2021 turun tipis dibandingkan dengan Rp246,94 triliun per akhir tahun lalu.
Perinciannya, jumlah aset lancar turun menjadi Rp40,86 triliun dari Rp46,5
triliun, sedangkan jumlah aset tidak lancar naik menjadi Rp204,63 triliun dari
Rp200,44 triliun.




