Moneter –
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank bjb) berencana menggelar
Penawaran Umum Terbatas (PUT) I untuk menambah modal dengan memberikan hak efek
terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak
925 juta saham baru.
“Aksi korporasi ini untuk perkuat struktur permodalan
guna mendanai ekspansi bisnis perseroan,” tulis perseroan dalam siaran persnya
di Jakarta, Senin (17/1/2022).
Tulisnya, perseroan akan menawarkan sebanyak 925 juta
saham baru dengan nilai nominal Rp 250 per saham dan akan dibagikan kepada para
pemegang saham perseroan yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 9
Maret 2022. Namun, perseroan belum mengungkapkan harga pelaksanaan HMETD
tersebut.
Alhasil, belum diketahui berapa total dana yang
ditargetkan perseroan dari aksi korporasi ini. Dana yang terhimpun dari right issue rencananya bakal dipakai perseroan
untuk ekspansi kredit.
Nantinya, seluruh dana yang terhimpun dari PHMETD I
ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan dipergunakan untuk memperkuat
struktur permodalan dalam rangka ekspansi kredit perseroan.
Adapun indikasi tanggal efektif pernyataan pendaftaran
HMETD dijadwalkan akan berlangsung pada 24 Februari 2022, indikasi tanggal
terakhir pencatatan (Recording Date)
untuk memperoleh HMETD 10 Maret 2022, indikasi tanggal terakhir perdagangan
saham dengan HMETD (Cum-Right) di
pasar reguler dan di pasar negosiasi 8 Maret 2022, sedangkan pasar tunai 10
Maret 2022.
Lalu, periode perdagangan saham tanpa HMETD (Ex-Right) di pasar reguler dan pasar
negosiasi dijadwalkan pada 9 Maret 2022 dan pasar tunai 11 Maret 2022. Untuk
indikasi distribusi sertifikat bukti HMETD pada 11 Maret 2022, indikasi
pencatatan saham hasil HMETD di Bursa Efek Indonesia pada 14 Maret 2022.
Untuk indikasi periode perdagangan HMETD sekaligus
periode pelaksanaan dilangsungkan pada 14–21 Maret 2022, indikasi periode
penyerahan saham hasil pelaksanaan HMETD pada 16–23 Maret 2022, dan indikasi
tanggal terakhir pembayaran pemesanan saham tambahan dilaksanakan pada 23 Maret
2022.
Sementara indikasi tanggal penjatahan akan dilakukan
pada 24 Maret 2022 dan indikasi tanggal pengembalian uang pemesanan pembelian
saham (Refund) dilaksanakan pada 28
Maret 2022.
Diketahui, berdasarkan struktur pemegang saham, Pemprov
Jawa Barat (Jabar) menguasai sebanyak 3,7 miliar saham Bank BJB. Sedangkan
sebanyak 520 juta saham dimiliki oleh Pemprov Banten.




