Moneter.id – Industri pengolahan
logam di Kabupaten Morowali yang dikelola oleh PT Indonesia Morowali Industrial
Park (IMIP) sampai dengan awal Agustus 2018 mencatat jumlah tenaga kerja asing
(TKA) sebanyak 3.121 orang dari total jumlah pekerja langsung dan tak langsung
yang jumlahnya sekitar 82 ribu tenaga kerja.
“Kami
berkepentingan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Morowali kepada
masyarakat luas, sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat untuk para
investor,” kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
Hal tersebut
terkait rumor adanya ratusan ribu (bahkan jutaan) TKA yang bekerja di kawasan industri
pengolahan logam yang dikelola IMIP. “Rumor itu ditiupkan untuk kepentingan
politik menyerang Pemerintah,” kata Moeldoko disiaran pers yang diterima
MONETER.id, Selasa (7/8).
Sementara, Chief Executive Officer PT IMIP
Alexander Barus Ph.D menjelaskan, bahwa pihaknya justru kesulitan mencari
tenaga kerja dari berbagai jenjang keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan.
“Di IMIP ini
terdapat 16 perusahaan, dan sampai saat ini kami masih perlu ribuan tenaga
kerja lokal untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya di kantor pusat IMIP, Desa
Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali.
Ia menambahkan,
hingga akhir tahun 2018, proyeksi kebutuhan tenaga kerja lokal yang masih
dibutuhkan kurang lebih sekitar 11.500 orang lagi mengingat pengembangan yang
sedang dikerjakan. Sementara rencana pada tahun 2019 dan 2020, pihaknya masih
membutuhkan kurang lebih 2.000 karyawan.
Manajer
Sumber Daya Manusia PT IMIP Achmanto Mendatu menambahkan, jumlah tenaga kerja
langsung yang dikelola PT IMIP per awal Agustus ini adalah 25.447 orang, dengan jumlah TKA sebanyak 3.121
orang.
“Sementara
tenaga kerja tak langsung yang terserap dalam industri pendukung seperti
supplier, kontraktor, dan sebagainya, sekitar 53.500 orang,” kata Mendatu. Ia
pun justru mengaku kesulitan untuk mencari tenaga-tenaga kerja baru.
Lebih lanjut
ia mengatakan bahwa setiap hari perusahaannya melakukan proses rekrutmen untuk
memenuhi kebutuhan tenaga kerja, dengan prioritas para penduduk terdekat dari
kawasan pabrik.
“Kami datangi
para kepala desa, mengundang para warga yang bersedia dipekerjakan di berbagai
bidang di lingkungan perusahaan,” katanya.
Selain itu,
pihaknya juga berencana untuk melakukan proses perekrutan keliling di tiga
kampus di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara, serta tiga
kampus di Pulau Jawa. “Dengan roadshow ini kami berharap dapat mengisi
kebutuhan tenaga kerja, termasuk tenaga kerja ahli berlevel sarjana yang
disiapkan untuk menggantikan tenaga kerja ahli dari Tiongkok,” katanya.
(TOP)




