Moneter.co.id – Dewan
Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bojonegoro, Jawa Timur, mencatat omzet
berbagai produk kerajinan mulai batik, kerajinan tangan dari kayu jati dan
lainnya, mencapai Rp40 juta per bulan.
Ketua Dekranasda Bojonegoro Ny Suismoyo di Sidoarjo menjelaskan
omzet aneka kerajinan cenderung terus meningkat dengan pembeli dari lokal,
selain juga dari berbagai daerah lain.
Pembeli kerajinan yang dipasarkan di dekranasda tidak hanya
dari berbagai daerah di Jawa Timur, tetapi juga dari daerah Jakarta, Jawa Barat
dan Jawa Tengah.
“Kami merintis pemasaran kerajinan perajin melalui
dekranasda sejak 2011. Dalam tiga tahun berjalan harus berjuang, tetapi
sekarang sudah banyak diketahui masyarakat tidak hanya lokal, tapi juga luar
daerah,” katanya, Kamis (24/05).
Suismoyo mengharapkan lokasi Dekranasda di Jalan Gajahmada di
dekat Stasiun Kereta Api (KA) Bojonegoro tetap dipertahankan, karena posisinya
strategis.
“Kalau memang pemkab akan memindahkan dekranasda di
Jalan Veteran, ya saya harapkan yang ada di Jalan Gajahmada tetap dipertahankan
sebab lokasinya strategis,” katanya.
Ia menyebutkan kerajinan yang dipasarkan atau dipamerkan di
dekranasda sekarang ini berasal dari 44 perajin mulai batik, kerajinan tangan
kayu jati dan lainnya.
Sebenarnya, menurut dia, dekranasda hanya berfungsi sebagai
ruang pamer, sehingga kalau ada pembeli datang diarahkan untuk membeli langsung
kepada perajin.
Tapi, lanjut dia, kalau pengunjung dari luar daerah, lebih
senang membeli batik atau kerajinan tangan di dekranasda, karena lebih dekat
dibandingkan dengan mendatangi langsung ke perajin. “Kami secara rutin mendistribusikan hasil kerajinan yang
dibeli pengunjung kepada perajin setiap bulan,” ucapnya.
Sementara, petugas jaga Dekranasda Bojonegoro Ria Lestari
menambahkan pengunjung dari luar daerah yang datang, ada juga yang kebetulan
lewat dengan kendaraan roda empat baik dari arah Surabaya atau Jakarta.
Di anjungan dekranasda dipamerkan batik Jonegoroan cetak
berbagai motif, antara lain motif Surya salak Kartika, Pari Sumilak, Rancak
Thengul dan Sekar Rosela dengan harga mulai Rp65.000 per potong, sampai Rp300
ribu per potong dan batik tulis halus Rp1 juta per potong.
Selain itu dijual kaos batik Jonegoroan dengan harga berkisar
Rp50.000-Rp85.000 per kaos dan pakaian jadi batik Jonegoroan dengan harga berkisar
Rp115.000-Rp450.000 per potong. Untuk produksi kerajinan kayu jati dengan harga mulai
Rp10.000 per buah, sampai juta rupiah yaitu kerajinan kayu jati berupa patung
sapi.
(HAP/Ant)




