Sabtu, Maret 28, 2026

Tiga Komoditas Indonesia Curi Perhatian di Pameran Mamin Terbesar

Must Read

Moneter.id – Sebanyak tiga komoditas makanan dan
minuman (mamin) Indonesia berhasil mencuri perhatian pengunjung pameran
mamin terbesar produk specialty
food
di Amerika Utara
,
Summer Fancy Food Show (SFFS) yang
berlangsung pada 23
25
Juni 2019 di Javits Convention Center, New York, Amerika Serikat (AS).

“Ketiga
komoditas mamin tersebut adalah mi instan pedas dari PT ABC President
Indonesia, keripik ubi ungu dari Jans Enterprises Corp, dan kopi
specialty
dari Javanese Coffee. Dalam pameran
SFFS 2019, tiga komoditas diperkirakan membukukan transaksi potensial hingga
USD 2,93 juta,” ujar Atase Perdagangan Washington DC Reza Pahlevi
, Rabu (3/07).

Mi instan produk PT ABC President
merupakan mi instan yang kaya akan cita rasa dan cocok bagi para penyuka
makanan pedas di AS.

Sementara, keripik ubi ungu produksi
Jans Enterprise merupakan pemenang penghargaan Specialty Outstanding Food
Innovation
(SOFI) Awards 2018 kategori makanan ringan hadir kembali
pada pameran tersebut. Selain keripik ubi ungu, Jans Enterprises Corp juga
menghadirkan aneka camilan, keripik, biskuit, wafer dan jus buah.

Selain itu, kopi specialty asal
Jawa Barat produk Javanese Coffee juga tampil bersama produk rempah-rempah asal
Indonesia yang akan didistribusikan di pasar AS.

Ketiga perusahaan tersebut menampilkan
produk-produknya di Paviliun Indonesia yang mengusung tema “Remarkable
Indonesian Food”
. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini merupakan
sinergi antara pemerintah melalui KBRI Washington DC (Atase Perdagangan, Atase
Pertanian), Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Chicago, dan ITPC Los
Angeles (LA); dengan para pelaku usaha.

“Pasar specialty
food di AS masih sangat menjanjikan
untuk produk mamin premium Indonesia. Pasar mamin specialty AS yang hampir
sebesar USD 150 miliar merupakan peluang besar bagi produk Indonesia,” jelas
Reza.

Pameran ini menampilkan sekitar 200 ribu
produk, diikuti 2.600 perusahaan, dan dikunjungi lebih dari 25 ribu orang. Para
pengunjung pameran merupakan bagian dari industri mamin specialty dunia.

Specialty food merupakan
produk mamin khas dengan nilai premium, diproduksi menggunakan bahan baku
berkualitas seperti produk organik, artisan, bebas gluten, dan bebas
rekayasa genetik.

Riset SFA tahun 2019 menunjukkan nilai
penjualan ritel pasar specialty food di AS tahun 2018 mencapai USD 148,7
miliar dengan tingkat pertumbuhan signifikan sebesar 9,8
%. Nilai ini melebihi
tingkat pertumbuhan jenis makanan dan minuman lainnya.

Nilai penjualan ritel urutan pertama
ditempati oleh keju dengan nilai pangsa USD 4,1 miliar, disusul oleh daging
hewan beku (termasuk seafood) dengan nilai pangsa USD 3,9 miliar, dan
makanan kudapan ringan (keripik dan camilan).

Produk nabati pengganti daging dan susu
(plant-based alternative products) menempati tingkat pertumbuhan
tertinggi yaitu sebesar 24
%.
Tingginya tingkat pertumbuhan produk nabati pengganti daging dan susu sejalan
dengan semakin besarnya minat konsumen akan produk vegan.

Selain itu, permintaan akan produk mamin
specialty terus meningkat, bahkan dengan harga premium. Hal itu
dikarenakan kesadaran konsumen AS akan produk yang sehat semakin tumbuh dengan
mengedepankan pelestarian lingkungan (sustainability), kisah di balik
suatu produk (food story), dan pemberdayaan masyarakat.

“Meskipun
kebutuhan biaya untuk memproduksi produk mamin
specialty
relatif lebih tinggi dibandingkan
produk mamin secara umum, tetapi konsumen AS bersedia untuk membeli dengan
harga premium. Peluangnya ada, terlebih dengan memanfaatkan kesempatan dari
perang dagang antara AS dan China,” pungkas Reza.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Segmen Logistik Dongkrak Kinerja, ASSA Raup Rp6 Triliun Sepanjang 2025

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mencatatkan kinerja impresif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp6,0...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img