Kamis, Januari 15, 2026

Transformasi Digital Diyakini Jadi Katalisator Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.

Must Read

MONETER – Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil
Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wabaparekraf) Angela
Tanoesoedibjo meyakini transformasi digital akan menjadi katalisator utama
sumber pertumbuhan perekonomian Indonesia.


“Ekonomi digital Indonesia
diproyeksikan tumbuh 20 persen dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 menjadi
164 miliar dolar AS. Dan diprediksi akan mencapai 330 miliar dolar AS pada
tahun 2030 dengan e-commerce sebagai pendorong utama,” kata Wamenparekraf
Angela saat menjadi keynote speech dalam acara DataGovAI Websummit 2022 yang
digelar secara daring, Selasa (29/11/2022).


Perkembangan ekonomi digital
tanah air juga dapat dilihat dari total investasi di Indonesia pada platform
digital yang merupakan terbesar di Asia Tenggara mencapai sekitar 38,7 persen. 
“Karenanya transformasi
digital diyakini akan menjadi katalisator utama sumber pertumbuhan perekonomian
Indonesia,” ujar Wamenparekraf.


Dari sisi pariwisata maupun
dari sisi ekonomi kreatif, digitalisasi mempunyai peran yang sangat penting.
Tercatat dua pertiga dari pendapatan Global Travel and Tourism Market datang
dari penjualan online. Dan ini diperkirakan akan mencapai 691 miliar dolar AS
pada 2026.


“Tren yang sama juga
terjadi di Indonesia. Didorong faktor permintaan yang meningkat untuk digital
tourism dari wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara,” kata
Angela.


Begitu pula dengan ekonomi
kreatif, di masa pandemi beberapa subsektor ekonomi kreatif Indonesia
mencatatkan pertumbuhan yang terbilang baik. Karena mereka berada di dalam
ekosistem digital. Seperti subsektor game, konten tv dan radio yang
terdigitalisasi, serta aplikasi.


Sementara, para pelaku usaha
di subsektor ekraf seperti kuliner, fesyen, dan kriya juga mampu bertahan di
masa pandemi dengan cara go digital. Oleh karena itu, Kemenparekraf mendukung
kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang memberikan
pendampingan kepada UMKM termasuk UMKM ekonomi kreatif untuk masuk ke dalam
ekosistem ekonomi digital.


“Dan kata terpenting di
sini adalah pendampingan. Agar para pelaku UMKM tidak sekadar on board ke
platform digital, namun juga mampu bersaing dan berkembang,” kata Angela.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img