Senin, Januari 26, 2026

Trik Khusus Agar Pinjaman di Bank Cepat Cair

Must Read

Moneter.id – Untuk mendapatkan modal usaha di era
pandemi saat ini, Anda bisa memanfaatkan pinjaman yang disediakan oleh pihak
perbankan. Namun, menyiapkan dokumen yang lengkap sebagai syarat mengajukan
pinjaman saja tidak cukup. Dibutuhkan yang namanya trik khusus agar pinjaman
bank bisa segera dicairkan.

Dilansir dari situs Cermati.com,
Selasa (23/6/2020) berikut beberapa trik yang bisa Anda lakukan agar pengajuan
pinjaman di approval dan cepat dicairkan oleh perbankan. 

Punya Penghasilan Tetap

Sebelum mengajukan pinjaman, pastikan
kalau Anda mempunyai penghasilan yang tetap setiap bulan. Nominal penghasilan
menjadi tolak ukur terhadap besarnya pinjaman yang diberikan oleh bank. Apabila
penghasilan semakin besar, maka pinjaman pun semakin besar. 

Di sisi lain, cara ini membantu pihak bank
untuk meminimalisir terjadinya risiko kredit macet atau gagal bayar. Sehingga
bank memiliki perputaran uang yang bagus, dan tidak merasa dirugikan karena
pinjaman yang diajukan oleh para debitur.

Skor Kredit Bagus

Sebelum memberikan pinjaman, kreditur akan
melihat bagaimana riwayat pinjaman Anda dalam kurun waktu tertentu. Tujuannya
untuk mengecek ada atau tidaknya kasus kredit yang menunggak, pembayaran
minimum, atau gagal bayar. Dalam hal ini, Anda harus memberikan bank waktu
untuk melakukan pengecekan secara detail.

Nah, apabila skor kredit bagus, maka
pinjaman yang diajukan bisa disetujui dan dicairkan untuk memenuhi kebutuhan
usaha. Namun bila tidak, coba cari sumber pendanaan lain sehingga usaha bisa
beroperasi sebagaimana mestinya.

Kalau mau, Anda bisa coba mengajukan
pinjaman pada bank yang berbeda. Sebab setiap bank punya penilaian dan
pertimbangan sendiri terhadap debitur.

Tujuan Usaha yang Jelas

Segala sesuatu yang jelas akan lebih mudah
diyakini, dan hal ini berlaku saat meminjam uang di bank. Jika tujuan
peminjaman untuk membuka usaha, maka tetapkan tujuan usaha yang jelas dan
terkesan meyakinkan. Karena tujuan ini nantinya akan dilampirkan langsung dalam
proposal pengajuan pinjaman.

Di sisi lain, Anda juga harus mampu
membuat estimasi anggaran untuk masing-masing divisi usaha. Usahakan agar
estimasinya tidak terkesan berlebihan, sehingga tidak memunculkan kecurigaan
pada sisi perbankan.

Dengan cara ini, percayalah kalau
pengajuan pinjaman akan segera disetujui dan diproses. Selanjutnya, Anda hanya
perlu memikirkan mekanisme pembayaran pinjaman sampai lunas.

Pinjaman Jangan Terlalu Besar

Apabila kemampuan finansial Anda kurang,
dalam arti gaji pas-pasan, sebaiknya hindari mengajukan pinjaman dengan nominal
yang terlalu besar. Karena ini dapat mengurangi peluang untuk mendapatkan
pinjaman. Bahkan besar kemungkinan terjadinya penolakan karena nominalnya
dianggap tidak sesuai dengan status ekonomi.

Di sisi lain, nominal pinjaman yang besar
dikenakan bunga yang besar pula. Oleh karena itu, Anda harus memikirkan hal ini
sebaik mungkin. 

Sebaiknya sesuaikan dengan kebutuhan usaha
saat itu. Jangan karena kesalahan sepele, pinjaman Anda kembali ditolak untuk
kesekian kalinya.

Punya Usaha Minimal 1 Tahun

Pinjaman Anda akan semakin mudah disetujui
apabila digunakan untuk usaha yang sudah berjalan selama minimal satu tahun.
Logikanya, ketika suatu usaha sudah berjalan, maka penilaian kelayakan usahanya
lebih mudah dilakukan dibandingkan pada bisnis yang sama sekali belum beroperasi. 

Apabila catatan kinerja usaha selama
setahun bagus, maka pihak bank tidak ragu untuk memberi pinjaman dalam jumlah
yang besar. Tentunya, disertai dengan syarat pembayaran yang sesuai dengan
aturan perbankan.

Sebaiknya jaga kinerja usaha Anda agar
tetap baik karena ini akan memberikan keuntungan sendiri bagi kelancaran usaha
di masa yang akan datang.

Cari Kreditur yang Pas

Nyatanya, tidak semua bank memberikan
fasilitas pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan. Setiap bank memberikan
penawaran yang berbeda-beda. Oleh karena itu, luangkan waktu untuk mencari satu
kreditur yang menurut Anda paling pas dalam memenuhi modal usaha.

Mengenai pinjaman dan cara kerjanya, Anda
bisa lihat pada brosur atau 
website resmi bank. Apabila kurang jelas, maka tanyakan
langsung kepada karyawan di masing-masing bank.

Bila ada yang kurang jelas, sebaiknya
tanyakan secara detail. Ini bagus untuk menghindari terjadinya 
miscommunication yang dapat berakibat fatal pada pinjaman Anda di kemudian hari. 

Siapkan Agunan

Sudah melakukan berbagai cara, tapi
pinjaman terus ditolak? Jangan menyerah, ajukan lagi pinjaman pada bank yang
berbeda. Namun, kali ini disertai dengan agunan tertentu.

Pengajuan yang disertai dengan agunan
biasanya lebih mudah diterima. Apabila pinjaman bermasalah, maka bank dapat
menyita agunan tersebut untuk sementara waktu. Atau mengambil alih agunan
ketika pinjaman sudah tidak bisa lagi dilunasi.

Namun sebelum agunan disita, bank akan
mengirimkan penagih terlebih dahulu. Jika tidak ada respons, baru agunan akan
disita dengan pemberitahuan tertentu.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Waspadai Hidden Hunger: Anak Tampak Sehat, Ternyata Kurang Gizi

Di tengah penurunan angka stunting nasional — menurut SSGI 2024 sebesar 19,8% dibandingkan 21,5% pada 2023 — Indonesia justru...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img