Senin, Maret 2, 2026

TV Masih Mendominasi, Belanja Iklan Tembus Rp156 Trilliun Periode Juli 2018 – Juni 2019

Must Read

Moneter.id – Perusahaan
riset pengukuran dan analisis data global,
Nielsen mencatat belanja iklan di media TV, Cetak, dan
Radio selama 12 bulan terakhir (Juli 2018 – Juni 2019) menembus angka Rp156 trilliun,
atau naik dua persen. Pertumbuhan ini
lebih kecil dibandingkan dengan
periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar sembilan persen.

“TV
masih mendominasi dengan porsi belanja iklan sebesar 83%, meski juga mengalami
perlambatan pertumbuhan,” kata Hellen Katherina, Executive Director Nielsen
Media untuk Indonesia di Jakarta, Rabu (18/9).

Menurut
hasil temuan Nielsen Advertising Intelligence (Ad Intel) yang dirilis Nielsen
Indonesia, tahun ini pertumbuhan belanja iklan TV adalah enam persen sementara
di tahun sebelumnya mencapai 13%.

Sejak
kuartal III/2018, Nielsen menambahkan media Digital dalam pengukuran belanja
iklan, dan sejak periode tersebut porsi belanja iklan Digital ini memberikan
kontribusi sebesar Rp9,3 Triliun. Dengan demikian, total angka belanja iklan
termasuk di media Digital mencapai Rp165 Triliun dimana Digital  menyumbang 6% dari angka tersebut.

Nielsen
Digital Ad Intel memonitor iklan dalam format Display dan Video, pada berbagai
perangkat  seperti laptop, desktop dan
mobile.

Hasil
studi Nielsen Digital Ad Intel menunjukkan bahwa 52% iklan digital disampaikan
dalam bentuk Display dan sisanya (48%) dalam bentuk Video.

Kategori
produk yang paling banyak beriklan di media Digital adalah Layanan Online,
disusul oleh Perangkat & Layanan Komunikasi. Pengiklan terbesar ketiga
datang dari kategori Kendaraan Pribadi, sementara itu kategori Perawatan Rambut
dan Susu Cair berada di urutan keempat dan kelima yang paling banyak beriklan
di media Digital.

Dari
sisi merek, 9 dari 10 yang beriklan di media Digital datang dari kategori
Layanan Online dan Perangkat & Layanan Komunikasi. “Vivo, Samsung dan
Tokopedia adalah merek-merek yang mendominasi di urutan tiga teratas. Disusul Hilo
Chocolate Banana dan Oppo,” jelas Hellen.

Dari
tiga merek pengiklan terbesar tersebut diatas, Samsung adalah merek yang paling
banyak mengalokasikan anggaran iklan di media Digital yaitu sebesar 42%, dengan
444 bentuk kreatif iklan.

Tokopedia
mengalokasikan 36% anggaran untuk beriklan di media Digital dengan 17.351
bentuk kreatif iklan. Sementara itu Vivo dengan porsi iklan Digital 26%
memiliki 334 bentuk kreatif iklan. 
“Untuk format
iklan yang digunakan, Video lebih disukai oleh para pemilik merek,” kata
Hellen.

Sebanyak
81% iklan Vivo disampaikan dalam bentuk Video dan 19% dalam bentuk Display. Samsung  menempatkan 87% iklannya dalam bentuk  Video. Berbeda dari kedua merek tersebut,
Tokopedia lebih menyeimbangkan keduanya dengan menempatkan 54% iklannya dalam
bentuk Display dan 46% dalam bentuk Video.

Kata
Hellen lagi, media Digital telah diperhitungkan oleh pemilik merek sebagai
salah satu pilihan utama untuk membelanjakan anggaran iklan mereka. 
“Sebagai
‘pendatang baru’ media Digital telah mampu menunjukkan eksistensinya dalam hal
belanja iklan di tengah dominasi Televisi,” pungkas Hellen.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img