Moneter.id
–
CV Sarana Multi Jaya berhasil melakukan ekspor rumput laut sebanyak 1 kontainer
20 feet rumput laut kering senilai USD 17.000 ke Korea Selatan.
“Target ekspor
rumput laut jenis cottonii sp. dari CV Sarana Multi Jaya terus dikejar sebagai
tindak lanjut penandatanganan kontrak dengan buyer asal Korea Selatan pada
kegiatan misi gagang Indonesia di Busan pada 27 November 2019 lalu. Hal ini
juga sejalan dengan tetap tingginya permintaan produk makanan di tengah kondisi
COVID-19,” jelas Menteri Perdagangan Agus Suparmanto disiaran persnya di
Jakarta, Senin (27/4/2020).
“Semoga transaksi ini diharapkan terus berlanjut,” kata
Mendag Agus.
Plt. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional,
Kasan menjelaskan, kontrak dan purchase
order antara kedua belah pihak ditandatangani pada 20 Maret 2020. Produknya
kemudian dikapalkan dari Pelabuhan Samarinda pada 30 Maret 2020 dan tiba di
Pelabuhan Busan pada 18 April 2020. Adapun unloading
kontainer dilakukan pada 23 April 2020 yang juga didampingi Indonesian Trade
Promotion Center (ITPC) Busan.
“Lokasi unloading
adalah pabrik buyer di daerah Yangsan, yang jaraknya satu jam perjalanan dari
Busan,” jelasnya.
Sementara, Kepala ITPC Busan, Ni Made Kusuma Dewi,
mengungkapkan, ekspor ini merupakan trial
buying sebelum buyer memutuskan apakah akan melanjutkan pada PO berikutnya
atau tidak. Keputusan ini didasarkan pada hasil laboratorium mereka terhadap
produk tersebut.
Dewi mengatakan, pihak buyer juga menyampaikan
kegembiraannya atas kerja keras pihak Indonesia di tengah pandemi COVID-19,
karena dengan adanya bahan baku rumput laut dari Indonesia, maka produksi
industri perusahaan mereka tetap berjalan dengan lancar dan tidak terkendala.
Berdasarkan data dari Korea International Trade Association
(KITA) pada Maret 2020, terjadi penurunan ekspor Indonesia ke Korsel (YoY)
sebesar 14,6 persen atau senilai USD 2,11 miliar dibandingkan Maret 2019 yang
mencapai USD 2,47 miliar.
Namun demikian, di tengah pandemi COVID-19, ekspor
sepanjang Maret 2020 naik 1,4 persen (MoM) menjadi USD 756,38 juta dari USD
745,96 juta.
Kenaikan tersebut akibat peningkatan ekspor migas
(MoM) sebesar 54,25 persen. Sementara ekspor nonmigas menurun sebesar 3,62
persen.
Meskipun terjadi penurunan ekspor nonmigas, sambung
Dewi, beberapa produk ekspor Indonesia ke Korea Selatan seperti produk kelautan
justru mengalami sedikit peningkatan seperti rumput laut atau seaweed (HS
1212).
Pada Januari-Maret 2020, ekspor produk ini mencapai
USD 3,51 juta atau meningkat sebesar 11,6 persen (YoY). Khusus pada Maret,
meningkat 56,5 persen (MoM) yang mencapai USD 910 ribu.




