Selasa, Januari 27, 2026

Uni-Charm Indonesia Tetapkan Harga IPO Rp1.500 per Saham

Must Read

Moneter.id – PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID)
menetapkan
harga penawaran umum perdana saham atau Initial Public
Offering
 (IPO) sebesar Rp 1.500 per
saham. Harga IPO ini lebih mendekati kisaran bawah rentang sebelumnya, yakni
antara Rp 1.400 per saham – Rp 1.800 per saham.

“Dengan harga IPO tersebut, perseroan
akan meraup dana IPO Rp 1,25 triliun,” tulis perseroan seperti dikutip dalam
laman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) di Jakarta, Kamis (12/12).

Disebutkan, Uni-Charm menawarkan
831,31 juta saham baru atau setara 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh
dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

“Pelaksanaan penawaran umum
dimulai pada Kamis (12/12) hingga Jumat (13/12). Setelah itu, Uni-Charm
Indonesia akan mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat
(20/12),” tulis Perseroan lagi.

Selain itu, perusahaan juga akan
melaksanakan program alokasi saham karyawan (employee stock allocation/ESA) dengan mengalokasikan 1,69 juta
saham atau sebanyak 0,04% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor
penuh setelah penawaran umum perdana saham perseroan.

Dengan asumsi terjualnya seluruh
saham yang ditawarkan, maka susunan permodalan dan pemegang saham perusahaan
menjadi Unicharm Corporation memegang kepemilikan saham 59,2%, PT Purinusa
Ekapersada 20,8%, masyarakat 19,96% dan 0,04%.

Uni-Charm Indonesia menunjuk
penjamin pelaksana emisi efek PT Sinarmas Sekuritas dengan porsi menjamin
94,47%. Kemudian penjamin emisi efek lainnya adalah PT Trimegah Sekuritas
Indonesia Tbk dengan porsi 2,57%, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan
porsi 1,52%, dan PT Panin Sekuritas Tbk dengan porsi 1,44%.

Uni-Charm Indonesia memiliki
total aset Rp7,26 triliun per 30 Juni 2019. Adapun, jumlah liabilitas sebesar
Rp4,32 triliun dan ekuitas Rp2,95 triliun. Hingga 30 Juni 2019, pendapatan
bersih tercatat Rp4,21 triliun atau naik 7,12% secara tahunan.

Adapun, laba periode berjalan
yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp153,91 miliar atau
naik 72,74% secara tahunan.Perseroan juga merencanakan membagikan dividen
sebesar 20% dari jumlah laba bersih setelah pajak dimulai untuk tahun buku 2019
yang pembayarannya dimulai sejak 2020.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Astragraphia Luncurkan Mesin Printer Produksi Terbaru Fujifilm Revoria Press™ PC2120

Astragraphia meluncurkan mesin printer produksi terbarunya yakni Fujifilm Revoria Press™ PC2120. Printer ini telah dilengkapi dengan empat warna CYMK...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img