Senin, Januari 26, 2026

Unilever Kantongi Laba Bersih Rp 9,1 triliun Sepanjang 2018

Must Read

Moneter.id – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berhasil membukukan
laba bersih sebesar Rp 9,1 triliun sepanjang 2018. Laba ini meningkat sebesar
30,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja itu ditopang penjualan
aset kategori Spreads yang membukukan keuntungan bersih setelah pajak sebesar
Rp 2,1 triliun.

Direktur UNVR, Sancoyo Antarikso mengatakan, tanpa
memasukkan penjualan dari kategori Spreads, penjualan bersih perseroan sebesar
Rp 41,8 triliun atau tumbuh 2,4% pada tahun 2018, ditunjang membaiknya kinerja
pada semester II/2018, dimana laju pertumbuhan penjualan sebesar 5,1%.

”Tahun lalu, kami mampu mempertahankan pertumbuhan
yang positif. Hal ini didorong oleh berbagai upaya transformasi yang dilakukan
secara berkesinambungan, baik melalui inovasi yang diluncurkan, maupun melalui
upaya digitalisasi dalam beberapa aspek operasional bisnis yang kami miliki,”
katanya.

Dalam hal inovasi, perseroan tahun lalu memasuki
kategori bisnis baru melalui peluncuran saus sambal Jawara. Perseroan juga
meluncurkan brand baru pada kategori Skin Cleansing yaitu sabun Korea Glow, dan
meluncurkan beberapa produk dalam format baru seperti Pond’s Facial Masks,
Pond’s BB Powder dan Pond’s Micellar Water.

Dalam hal operasional bisnis, perseroan melakukan
digitalisasi pada sistem distribusi Perseroan yang dinamakan Digital Logistic.
Upaya ini mampu membuat Perseroan meningkatkan service level-nya dan dapat
melakukan optimalisasi biaya. Perseroan juga menggunakan analisa big data
sehingga mampu membuat konten komunikasi yang efektif dan dapat melakukan
pemasaran yang tepat sasaran.

“Berbagai upaya transformasi yang dilakukan secara
berkesinambungan, membuat perseroan mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan
konsumen. Maka dengan begitu, perseroan berhasil mempertahankan pertumbuhan
positif di tahun lalu,” papar Sancoyo.

Sementara, Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia,
Suria Dharma menilai penjualan aset spreads sebesar Rp2,8 triliun membuat laba
bersih UNVR naik 30,05%. Tanpa itu, laba bersihnya relatif flat secara year on
year.

Pada 2019, UNVR masih memiliki prospek positif
seiring dengan program pemerintah yang meningkatkan belanja sosial menjadi Rp38
triliun. Hal ini menjadi sentimen positif bagi emiten barang-barang
konsumsi.”Jadi rekomendasi hold dengan target harga Rp49.500,” tuturnya.

Seperti diketahui, pada perdagangan Jumat (1/2)
akhir pekan kemarin, saham UNVR ditutup stagnan pada level Rp50.000 per saham,
setelah bergerak di rentang Rp49.825 – Rp50.000 per saham. Harga ini terbentuk
dari 3.470 kali transaksi dengan nilai Rp91,06 miliar. Saham UNVR berada di
posisi PER 41,88 kali dengan kapitalisasi pasar Rp381,50 triliun.


- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img