Senin, Januari 26, 2026

Virus Corono Sebabkan HPE Mineral Alami Penurunan Periode Maret 2020

Must Read

Moneter.id – Kondisi wabah virus corona yang terjadi di beberapa
negara termasuk di Tiongkok mempengaruhi penetapan harga patokan ekspor (HPE)
produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) periode Maret 2020.

Dibandingkan dengan HPE periode Februari 2020, hampir
seluruh komoditas mengalami penurunan HPE. Ketentuan ini ditetapkan dalam
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16 Tahun 2020, tanggal 27 Februari 2020.

“HPE produk pertambangan periode Maret 2020 mengalami
penurunan hampir seluruh komoditas diantaranya besi, tembaga, bauksit, seng,
rutil, dan timbal. Hal ini dikarenakan adanya wabah virus corona yang terjadi
di beberapa negara termasuk di Tiongkok sehingga mempengaruhi ekspor dan impor
Tiongkok,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu
Wardhana, Jumat (28/2/2020).

Sejumlah produk pertambangan yang dikenakan BK adalah
konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir
besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal,
konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah
dilakukan pencucian.

Perhitungan harga dasar HPE untuk komoditas konsentrat
besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, konsentrat mangan,
konsentrat ilmenit, dan konsentrat rutil bersumber dari Asian Metal dan Iron
Ore Fine Australian. Sedangkan konsentrat tembaga, pellet konsentrat pasir
besi, konsentrat timbal, konsentrat seng, dan bauksit bersumber dari London
Metal Exchange (LME).

Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang
mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode bulan Maret 2020 adalah
konsentrat mangan (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata USD 200,21/WE atau naik
sebesar 1,95% dan konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata USD
266,76 /WE atau naik sebesar 1,67%.

Sedangkan produk yang mengalami penurunan dibandingkan
HPE periode sebelumnya adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga
rata-rata USD 2.409,79 /WE atau turun sebesar 2,63%, konsentrat besi (hematit,
magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata USD 74,94/WE atau
turun sebesar 4,63%, konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan
kadar (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga rata-rata USD 38,29/WE
atau turun sebesar 4,63%.

Lalu, konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata
USD 778,18/WE atau turun sebesar 1,52%, konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga
rata-rata USD 546,06/WE atau turun sebesar 6,82%, konsentrat pasir besi (lamela
magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga rata-rata USD 44,74/WE atau turun
sebesar 4,63%, konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata USD
993,94/WE atau turun sebesar 3,01%, dan Bauksit yang telah dilakukan pencucian
(washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata USD 23,26/WE atau turun
sebesar 3,30%.

Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela
magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga ratarata USD 117,98/WE tidak mengalami
perubahan. “Penetapan HPE periode Maret 2020 ini ditetapkan setelah
memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi
terkait,” pungkas Wisnu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img