Moneter.co.id – Perusahaan
ponsel terkemuka didunia, Vivo meluncurkan APEX™ FullView™, sebuah prototype smartphone yang
menjadi tolak ukur baru untuk desain smartphone masa depan
dengan mengusung rasio screen-to-body tertinggi di-dunia,
serta fitur canggih Half-Screen In-Display Fingerprint Scanning
Technology.
Senior
Vice President Vivo Alex Feng mengatakan, bahwa dalam komitmennya untuk
menghadirkan mobile experience yang lebih inovatif, Vivo
meningkatkan teknologi FullView™ dengan rangkaian evolusi pada sistem kamera,
audio speaker, dan sensor, serta merestrukturisasi desain smartphone
konvensional.
Pendekatan
pionir Vivo dalam pengembangan teknologi pemindai fingerprint pun
telah menghasilkan Half-Screen In-Display Fingerprint Scanning
Technology pertama di dunia pada APEX™, menyusul kesuksesan smartphone dengan Fingerprint
Scanning Smartphone siap produksi pertama, X20 Plus UD.
“APEX™
adalah iterasi dari konsistensi Vivo untuk menetapkan standar baru industri dan
memberikan pengalaman mobile terbaik,” ungkap Alex Feng
disiaran resmina, Senin (26/02).
Berangkat
dari inovasi dibidang audio, fotografi, hingga In-Display Fingerprint
Scanning Technology, lanjut Alex Feng, Vivo berkomitmen dalam mewujudkan
visi untuk smartphone masa depan. Apa yang kami hadirkan
di smartphone ini hanyalah sebagian kecil dari rangkaian
inovasi kami. Vivo akan terus mengeksplorasi semua kemungkinan untuk
menghadirkan pengalaman terbaik bagi konsumen.
Sementara
itu, APEX™ juga memiliki bezels depan dan samping termutakhir
1.8mm standar tertipis untuk smartphone saat ini- serta bezels
bawah 4.3mm.
Rasio screen-to-body akan
melebihi 98% jika bezels bawah mencapai 1.8mm, yang pada akhirnya
menciptakan mobile experience yang benar-benar tanpa panel.
“Berkat
platform OLED fleksibel, microchip yang dipasang langsung ke papan sirkuit
memungkinkan terwujudnya rasio screen-to-body APEX™ yang
mengagumkan,” jelas Alex Feng.
Memanfaatkan
keunggulannya dalam teknologi smartphone audio, lanjut Alex,
Vivo ikut membenamkan Teknologi SoundCasting Screen pada APEX™, yang mengubah
keseluruhan FullView™ Display menjadi speaker.
“Teknologi
SoundCasting Screen mengirimkan getaran melalui layar tanpa memerlukan loudspeaker konvensional,”
katanya.
“Fitur
ini lebih efisien menggunakan daya baterai, mengurangi kebocoran suara, serta
mengoptimalkan volume audio yang dinamis baik rendah maupun tinggi untuk
menghadirkan pengalaman yang lebih baik dan lebih stabil,” tambah Alex Feng.
Sesuai
dengan komitmen untuk terus mendukung kebutuhan pengguna, APEX™ juga dilengkapi
dengan 8MP Elevating Front Camera. Kamera akan secara otomatis terangkat keatas
dalam 0.8 detik bila diperlukan, dan masuk kembali setelah selesai digunakan.
Bersama
dengan sensor jarak dekat dan pencahayaan, teknologi ini menghilangkan ruang
yang biasa digunakan oleh kamera depan konvensional, namun tetap menawarkan
pengalaman selfie yang berkualitas bagi pengguna.
Ia
menambahkan, Vivo juga menyematkan Half-Screen In-Display Fingerprint
Scanning Technology untuk APEX™.
“Dengan
transformasi pada separuh bawah layar OLED, pengguna dapat menyentuh bagian
manapun di separuh bawah layar APEX™ untuk memindai sidik jari, memungkinkan
pengalaman yang lebih fleksibel dan intuitif, serta memenuhi standar industri
untuk keamanan,” beber Alex.
Half-Screen
In-Display Fingerprint Scanning Technology juga membuka skenario
baru untuk penggunaannya, seperti fitur pemindaian dual-fingerprint terbaru
di APEX ™ untuk standar keamanan yang jauh lebih tinggi bagi pengguna.
APEX™
juga menghadirkan teknologi System in Package (SIP) baru untuk
mengintegrasikan DAC (Digital-toAnalog Converter) dan tiga amplifier
operasional secara bersamaan sehingga mengurangi kebutuhan ruang sirkuit hingga
hampir 60% dibandingkan dengan Xplay6 sebelumnya.
“Dengan
lebih banyak ruang di interior smartphone, teknologi ini
memungkinkan peningkatan ukuran baterai dan pendinginan, sehingga membuka
potensi peningkatan aspek desain yang jauh lebih baik untuk smartphone masa
depan,” pungkas Alex Feng.
(TOP)




