Moneter.co.id – PT Vivo Mobile
Indonesia telah mencapai standar Tingkat Komposisi Dalam Negeri (TKDN) sebesar persentase 32% di
Kuartal I 2017. Raihan ini membuktikan komitmen perusahaan yang berdiri sejak 2009 ini memenuhi regulasi pemerintah dengan persentase TKDN sebesar 30%.
PT Vivo Mobile Indonesia juga berencana untuk membangun pabrik
keduanya di Indonesia pada akhir tahun 2017 yang diharapkan dapat mendorong
tercapainya target persentase komponen lokal hingga 40% di tahun depan.
Peter Wang, Brand
Director Vivo Mobile Indonesia mengatakan, PT Vivo Mobile Indonesia selalu
berusaha untuk meningkatkan nilai isian dalam persentase komponen produksi
dalam negeri serta berkomitmen untuk terus menjalankan bisnisnya di Indonesia.
“Puji syukur
karena persentase komponen lokal dalam negeri kami telah berhasil memenuhi
syarat pemerintah dan bahkan lebih. Ini
juga merupakan salah satu bukti bahwa kami bersungguh-sungguh menjalankan bisnisnya di Indonesia,” kata Peter diketerangan resmi yang Moneter.co.id terima, Selasa (2/5).
Komitmen untuk menghadirkan smartphone inovatif
serta pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat memang
membuahkan hasil positif bagi Vivo Smartphone.
Berdasarkan laporan
International Data Corporation (IDC) untuk Mobile Phone Tracker Global pada Kuartal
I 2017, Vivo Smartphone masuk dalam jajaran lima besar vendor smartphone
terbesar diseluruh dunia untuk market
share, distribusi global, serta pertumbuhan pasar tiap tahun (YOY). Ini
tentu saja menjadi motivasi bagi PT Mobile Indonesia untuk terus mengembangkan
pasarnya di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Selain pembangunan pabrik, Vivo Smartphone juga
berencana untuk membangun Pusat Pengembangan Riset (R&D) di Indonesia.
Menyusul 7 pusat R&D yang tersebar di Beijing, Shenzhen, Hanzou, Nanjing, Chang’an
China serta San Diego dan Sillicon Valley Amerika Serikat, pembangunan Pusat R&D di Indonesia
dipersiapkan untuk memenuhi pasar di Asia Tenggara serta menjadikan Indonesia
sebagai salah satu kiblat untuk tren teknologi Smartphone Asia Tenggara.
Kedepannya, PT Vivo Mobile Indonesia menargetkan
cakupan produksi lokal dapat mencapai 1 juta smartphone pertahunnya. Penambahan
pabrik lokal kedua di Indonesia diharapkan bukan hanya untuk dapat beroperasi
memenuhi permintaan pasar smartphone Indonesia, namun juga menjadi kontribusi
nyata PT Vivo Mobile Indonesia untuk mendukung peningkatan perekonomian
Indonesia.
“Sebagai salah salah satu pasar smartphone terbesar di
Asia Pasifik, Indonesia merupakan market penting bagi Vivo smartphone. Kami
ingin terus menembangkan diri menjadi smartphone terfavorit di Indonesia dan
secara konsisten memberikan inovasi teknologi untuk kemajuan bersama,” tutup
Peter.
Rep.Top




