Kamis, Januari 15, 2026

Wamendag: Kinerja Bappebti Bakal Ditingkatkan

Must Read

Moneter.id

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan, Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) berperan sebagai sistem pendukung (supporting system) dalam perdagangan,
khususnya dalam menjamin sistem perdagangan yang adil dan saling menguntungkan.

Wamendag bertekad meningkatkan kinerja Bappebti agar
memenuhi fungsinya tersebut, khususnya dalam penyediaan dan stabilisasi pangan.

“Ini tugas dari Menteri Perdagangan M. Lutfi untuk
melaksanakan supervisi agar kinerja Bappebti semakin baik. Peran Bappebti
memang sangat besar dan harus bisa terus dioptimalkan,” kata Wamendag disiaran
persnya, Sabtu (23/1/21).

Wamendag menyampaikan, amanah dari Mendag yaitu agar
Bappebti fokus pada pemberdayaan sistem resi gudang (SRG), pasar lelang
komoditi, serta menggarap potensi mata uang kripto (cryptocurrency).

SRG, lanjut Wamendag, merupakan sistem logistik yang
bertujuan memberikan kepastian usaha bagi pelaku usaha mulai dari produsen,
pedagang, hingga konsumen.

“Dengan sistem gudang yang baik diharapkan produsen
bisa menikmati harga yang baik dan menguntungkan dan relatif aman dari
fluktuasi. Sedangkan bagi pedagang, SRG akan memangkas rantai pasokan sehingga
pedagang bisa mendapatkan harga yang baik,” jelasnya.

Demikian pula bagi konsumen, dengan SRG diharapkan
konsumen bisa mendapatkan tingkat harga terbaik dan terjaminnya ketersediaan
barang kebutuhan.

Di tengah pandemi Covid-19, SRG di beberapa daerah
berfungsi sebagai penyangga bagi ketersediaan barang-barang kebutuhan dasar,
khususnya di bidang pangan.

Tercatat nilai transaksi SRG periode Januari–November
2020 mencapai Rp160,26 miliar. Pada 2021, pemanfaatan SRG diharapkan dapat
meningkat sebesar 7 persen.

“Kami mengapresiasi kinerja Bappebti, khususnya di
SRG. Selain itu, Kemendag juga perlu mendorong agar terjadi peningkatan dan
perluasan kinerja, khususnya di sektor terkait seperti pasar lelang komoditas
dan pasar berjangka komoditas,” tutur Wamendag.

Wamendag kembali menjelaskan, mata uang kripto
memiliki potensi besar yang juga akan menjadi fokus garapan Bappebti tahun ini.

Wamendag berharap, sektor kripto bisa ditangani dengan
baik agar bisa mendukung sistem perdagangan dan ekonomi secara umum. Sektor
kripto sendiri terus berkembang dan sifatnya sangat luwes di lintas negara.

Sejak 2018, mata uang kripto telah ditetapkan untuk
diperlakukan sebagai komoditas dan kemudian otoritas regulasi dan pengawasannya
diberikan kepada Bappebti.

“Mata uang kripto ini harus memberikan manfaat yang
besar dan juga aman. Dalam hal ini, aman bagi pemilik, pelaku usaha, aman juga
bagi negara. Untuk itu, diperlukan kapasitas institusi dan regulasi yang baik,”
tutup Wamendag.

Pelaku usaha sendiri menyambut baik peningkatan fungsi
Bappebti dalam kripto. Bagi pelaku usaha, keamanan bertransaksi dan
perlindungan aset menjadi perhatian utama.

Mereka berharap kerja Bappebti bisa sejalan dengan
kebutuhan pelaku usaha. Saat ini, Bappebti telah menerbitkan beleid yang mengakui kripto sebagai aset
yang bisa diperdagangkan.

Ketentuan ini ada di dalam Peraturan Bappebti No. 7
Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di
Pasar Fisik Aset Kripto. Aturan ini diterbitkan 17 Desember 2020. Peraturan ini
mengatur penetapan aset kripto, mekanisme penambahan dan pengurangan aset
kripto, serta penyelesaian pada pelanggan akibat dari delisting aset kripto yang tidak terdaftar dalam peraturan
tersebut.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

REDMI Note Series Tembus 460 Juta Unit Pengiriman Global

REDMI Note Series menjadi kontributor besar dengan total pengiriman lebih dari 460 juta unit di lebih dari 100 negara...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img