Senin, Januari 26, 2026

Wartsila luncurkan teknologi penyeimbangan pintar untuk masa depan energi terbarukan Indonesia

Must Read

Moneter.id
Perusahaan
teknologi Wartsila telah menyoroti pertumbuhan kebutuhan yang signifikan dalam
meningkatkan fleksibilitas daya di Indonesia, dalam bentuk penyimpanan energi
dan teknologi gas fleksibel, untuk memungkinkan masa depan dengan 100% energi
terbarukan.

Sebanyak 92,6 gigawatt (GW) aset fleksibel diperlukan
agar sistem energi Indonesia dapat berjalan menggunakan 100% energi terbarukan
dengan biaya yang rendah.

Kapasitas yang dibutuhkan untuk menyeimbangkan
peralihan Indonesia ke jaringan listrik yang diberdayakan oleh energi
terbarukan harus berasal dari dua teknologi utama: sistem penyimpanan energi
berkapasitas lebih dari 82 GW dan tenaga gas fleksibel berkapasitas lebih dari
10 GW, yang mampu beroperasi dengan bahan bakar nabati (BBN) dan bahan bakar
masa depan.

Bahan bakar masa depan dapat diproduksi selama energi
terbarukan menghasilkan lebih banyak listrik dari yang dibutuhkan.

“Laporan iklim PBB di bulan lalu memberikan pesan yang
jelas bagi Indonesia untuk dekarbonisasi dengan biaya yang rendah, tingkat
energi terbarukan yang tinggi harus ditingkatkan per 2030,” kata Kari Punnonen,
Director, Australasia, Wartsila Energi disiaran resmi yang diterima Moneter.id
akhir pekan lalu.

Menurut Kari, dari 145 negara dan wilayah dalam Atlas
of 100% Renewable Energy kami, ditemukan bahwa sistem energi dengan tingkat
energi terbarukan yang tinggi membutuhkan fleksibilitas yang signifikan melalui
penyimpanan energi dan teknologi penyeimbangan gas untuk mencapai transisi ke
masa depan dengan 100% energi terbarukan.

“Dengan memberikan porsi yang besar terhadap energi
terbarukan, kita dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk memproduksi
bahan bakar masa depan yang netral akan karbon (carbon-neutral Future Fuels)
yang dapat menghilangkan karbon dari semua sektor yang menggunakan energi
secara intensif, dari listrik hingga mobilitas. Untuk menemukan kunci dari
permasalahan kenetralan karbon ini, jawabannya sekali lagi adalah dengan segera
membangun lebih banyak energi terbarukan, didukung oleh solusi fleksibilitas
yang bisa terus relevan di masa depan,” ucapnya.

Atlas of 100% Renewable Energy adalah peta interaktif
ekstensif pada situs Wartsila yang mengeksplorasi 100% sistem listrik
terbarukan yang hemat biaya secara global. Peta tersebut memberikan informasi
menarik tentang potensi energi terbarukan dalam kaitannya dengan wilayah
geografis, kondisi matahari, dan angin. Wartsila telah mempelajari lebih dari
145 negara dan wilayah di dunia termasuk Indonesia.

Wartsila menemukan bahwa Indonesia berada di posisi
ke-16 dalam hal kebutuhan akan solusi daya fleksibel yang pintar. Hal ini
mencerminkan potensi negara yang sangat tinggi untuk memenuhi permintaan pada
energi surya (lebih dari 90% di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi), dan persyaratan
untuk menyimpan daya tersebut saat tenaga surya tidak lagi dihasilkan.

Untuk memenuhi kebutuhan Indonesia yang jelas akan
fleksibilitas jaringan listrik, Wartsila telah meluncurkan teknologi
penyeimbangan jaringan – mampu meningkatkan beban penuh dalam dua menit – untuk
memfasilitasi penggunaan 100% energi terbarukan dengan biaya rendah di masa
depan.

Teknologi penyeimbangan Wartsila adalah bagian dari
portofolio produk yang dirancang untuk mempercepat transisi energi yang hemat
biaya.

Portofolio tersebut terdiri dari pembangkit listrik,
sistem penyimpanan energi, dan sistem manajemen energi. Solusi pembangkit listrik
dalam portofolio didukung oleh mesin Penyeimbang Wartsila 34SG yang telah
mengalami peningkatan dan optimalisasi untuk pasar beban dasar yang dapat
diperbarui; mesin gas yang gesit dan cepat bekerja yang mampu meningkatkan daya
hingga 10,8 MW dalam dua menit agar terintegrasi secara mulus dengan energi
terbarukan.

Solusi pembangkit listrik didasarkan pada desain yang
ramping dan dilengkapi dengan fitur-fitur seperti kemampuan untuk tetap siaga
tanpa bantuan awak, pengendalian jarak jauh, streaming data 24/7, dan manajemen
daya yang dinamis. Kinerja optimal dan dapat diandalkan tersebut turut didukung
oleh solusi dari Wartsila Lifecycle.

Mesin gas pembangkit listrik Wartsila saat ini dapat
dijalankan dengan gas alam, biogas, metana sintetis, atau campuran hidrogen.
Perusahaan secara aktif mengembangkan proses pembakaran untuk memungkinkan
pembakaran 100% berbasis hidrogen dan bahan bakar masa depan lainnya.

Wartsila memiliki rekam jejak yang cukup lama dalam
konversi bahan bakar yang sukses untuk basis mesin yang terpasang secara
global.

Tingkat kapasitas berlebihan yang signifikan
diperlukan untuk menjelaskan variabilitas pembangkit tenaga angin dan matahari.
Kelebihan listrik kemudian digunakan untuk menghasilkan bahan bakar masa depan
dengan teknologi Power-to-X. Pemodelan tersebut menemukan bahwa menyeimbangkan
intermittency dari produksi energi terbarukan dengan kombinasi teknologi gas
fleksibeldan penyimpanan energi akan menjadi 38% lebih murah untuk
negara-negara G20, dibandingkan dengan hanya mengandalkan penyimpanan energi.

Bersamaan dengan solusi pembangkit listrik, Wartsila menawarkan teknologi penyimpanan energi GridSolv yang terintegrasi penuh,
dirancang untuk kemudahan penerapan dan pengoptimalan energi berkelanjutan, dan
Platform Energi Digital GEMS. GEMS secara dinamis mengoptimalkan sistem energi
melalui berbagai aplikasi, seperti regulasi frekuensi, untuk menciptakan aliran
pendapatan dan meningkatkan ketahanan jaringan atau sistem.

Sementara, Jukka Lehtonen, Vice President for
Technology & Product Management at Wartsila Energy, mengatakan, saat ini
industri sedang dalam situasi yang menantang. Investasi perlu dilakukan segera
meskipun visibilitas masa depan tidak sepenuhnya jelas.

“Kami telah mengembangkan, dengan cara yang pintar,
solusi berbasis teknologi yang sudah terbukti kualitasnya, mampu mengikuti
perkembangan di masa depan, dan fleksibel. Solusi tersebut dapat disesuaikan
dengan kegiatan operasional dan jam kerja yang berbeda, termasuk dengan
kebutuhan sistem yang terus berkembang. Dengan menggunakan solusi kami, energi
terbarukan dapat diintegrasikan dengan mulus ke dalam campuran energi yang
berbeda begitu ia tersedia,” ujar Jukka.

Pemodelan pada kebutuhan fleksibilitas yang
komprehensif pada G20 didasarkan pada Atlas of 100% Renewable Energy, yang menunjukkan
campuran kapasitas dengan biaya optimal untuk 100% sistem energi listrik
terbarukan di 145 negara dan wilayah di seluruh dunia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Kawasaki W175 ABS dan W175 Street Kembali Hadir untuk Konsumen Indonesia

PT. Kawasaki Motor Indonesia kembali menghadirkan W175 ABS dan W175 STREET, dua model bergaya retro autentik yang menjadi bagian...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img