Senin, Maret 2, 2026

Waskita Beton Precast Catat Kontrak Baru Rp 1,5 Triliun Hingga Februari 2019

Must Read

Moneter.id – PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)
mencatat nilai kontrak baru sebesar Rp 1,5 triliun hingga Februari tahun ini.
Kontrak baru ini berasal dari pekerjaan tambahan proyek jalan tol
Cibitung-Cilincing, proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi seksi II, dan proyek
lainnya.

“Per 22 Februari perseroan memperoleh
termin sekitar Rp 1,5 triliun yang berasal dari berbagai proyek,” kata Jarot
Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk.

Jarot menjelaskan, di tengah berbagai
tantangan yang dihadapi di tahun ini, perusahaan terus berkomitmen untuk
menyelesaikan beberapa proyek besar, antara lain proyek jalan tol
Bekasi-Cawang-Kampung Melayu seksi II, proyek jalan tol Jakarta-Cikampek
Elevated II, proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), proyek jalan
tol Cibitung-Cilincing, dan proyek lainnya.

Strategi dan keseriusan WSBP untuk
pengembangan produk pun merupakan bagian komitmen dari strategi perusahaan
untuk mengembangkan pasar eksternal yang diharapkan terus meningkat dengan
target kontribusi 40% pada 2019.

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2018
kemarin, perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 8,0 triliun.
Angka ini naik sebesar 13% dibandingkan pendapatan usaha sepanjang tahun 2017
sebesar Rp 7,1 triliun.

Selain itu, perusahaan berhasil
mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,1 triliun atau naik sebesar 10% dari
perolehan laba bersih tahun sebelumnya sebesar Rp 1,0 triliun.

Sedangkan untuk penerimaan pembayaran termin selama
2018 sebesar Rp 11,4 triliun atau naik sebesar 148% dari penerimaan pembayaran
termin tahun 2017 sebesar Rp 4,6 triliun.

Disebutkan, penerimaan pembayaran termin
ini berasal dari pekerjaan tambahan proyek jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung
Melayu, proyek jalan tol Batang-Semarang, proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar
(KLBM), proyek jalan tol Pematang Panggang – Kayu Agung (PPKA), proyek jalan
tol Terbanggi Besar – Kayu Agung, dan berbagai proyek lain.

Dari sisi perolehan nilai kontrak baru pada tahun
2018 sebesar Rp 6,66 triliun atau 102% dari target NKB 2018 sebesar Rp 6,56
triliun. Perolehan nilai kontrak baru ini berasal dari beberapa proyek besar
yang tengah disuplai oleh WSBP yaitu proyek jalan tol Pekanbaru-Dumai, Tebing
Tinggi-Parapat, dan proyek lainnya.

Menurut Jarot, perseroan membukukan cashflow operasional positif yang
signifikan sekitar Rp 1,8 triliun dan arus kas positif sebesar Rp 271 miliar.
Kondisi ini menjadi modal yang kuat bagi WSBP di tahun 2019.

“Hal ini disebabkan karena rasio posisi
utang berbunga terhadap modal WSBP yang masih sebesar 0,7x, masih jauh dari batas
yang ditentukan sebesar 2,5x,” pungkas Jarot.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang AS Tidak Tambah Kuota Impor Energi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan perjanjian perdagangan antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat tidak...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img