Senin, April 20, 2026

Waspada Phishing, J&T Express Ingatkan Urgensi Kanal Resmi dalam Pelacakan Paket

Must Read

Akselerasi digitalisasi di sektor perdagangan elektronik (e-commerce) yang memicu lonjakan volume pengiriman paket nasional membawa tantangan baru dalam aspek keamanan siber. Di tengah tren belanja online yang kian mapan, aktivitas pengecekan resi (tracking) kini telah menjadi rutinitas harian konsumen, namun sayangnya belum diimbangi dengan literasi keamanan data yang memadai.

​Merespons fenomena tersebut, J&T Express memperingatkan masyarakat mengenai krusialnya penggunaan kanal resmi dalam memantau status pengiriman. Langkah ini menjadi benteng utama dalam memitigasi risiko penyalahgunaan data pribadi yang kerap terjadi melalui situs pihak ketiga maupun aplikasi tidak resmi.

​Brand Manager J&T Express, Herline Septia mengonfirmasi bahwa digitalisasi memang memberikan fleksibilitas luar biasa bagi pengguna jasa pengiriman, di mana pengecekan resi kini dapat dilakukan kapan saja secara praktis. Namun, kemudahan ini ibarat pisau bermata dua jika tidak dibarengi dengan kewaspadaan terhadap platform yang digunakan.

​”Digitalisasi telah memudahkan masyarakat dalam menggunakan layanan jasa pengiriman, termasuk dalam hal cek resi. Saat ini, cek resi J&T Express menjadi jauh lebih mudah dan praktis karena dapat dilakukan secara online kapan saja. Aktivitas ini bahkan sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, terutama bagi mereka yang aktif berbelanja online atau mengirimkan paket. Namun, di balik kemudahan tersebut, masyarakat tetap perlu waspada terhadap potensi risiko keamanan data pribadi apabila pengecekan dilakukan di luar kanal resmi,” tegas Herline.

​Secara teknis, penggunaan platform pelacak pihak ketiga yang tidak terverifikasi berpotensi mengekspos informasi sensitif pelanggan. Perlu dipahami bahwa dalam satu nomor resi tersimpan data vital seperti nama lengkap, alamat tujuan, hingga nomor telepon aktif. Jika data ini masuk ke dalam basis data pihak yang tidak bertanggung jawab melalui situs tidak resmi, maka risiko tindak kriminal digital seperti penipuan berbasis manipulasi psikologis menjadi sangat terbuka lebar.

​Ancaman lain yang patut diwaspadai adalah maraknya modus phishing melalui tautan palsu yang dikirimkan melalui pesan singkat SMS atau WhatsApp. Pelaku sering kali menyamar sebagai kurir atau pihak perusahaan pengiriman untuk mengelabui korban agar mengklik tautan dengan dalih konfirmasi paket. Dampak dari serangan ini tidak hanya sebatas pencurian data identitas, namun bisa berujung pada pembobolan rekening perbankan pengguna.

​Untuk menjamin keamanan transmisi data, J&T Express mengarahkan pelanggan agar selalu menggunakan situs resmi atau aplikasi mobile yang telah dilengkapi sistem enkripsi. Melalui fitur “Track Waybill”, pelanggan dapat memperoleh informasi status pengiriman secara real-time selama 24 jam hanya dengan memasukkan nomor resi dan nomor telepon yang terdaftar.

​Sebagai bagian dari strategi perlindungan konsumen, perusahaan juga memperkuat ekosistem layanan pelanggan melalui pusat bantuan yang beroperasi penuh 24 jam. Integrasi antara sistem pelacakan yang akurat dan responsibilitas layanan pelanggan diharapkan mampu memberikan visibilitas penuh serta rasa aman bagi pengguna di tengah ancaman siber yang kian kompleks di industri logistik.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Produk dan Layanan ecoCare Hygiene Untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis

Sebagai pelaku bisnis, Anda pasti menyadari bahwa impresi awal sangat menentukan dan tidak bisa diulang kembali. Ketika klien, mitra,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img