Rabu, Januari 14, 2026

Wisman China ke Bali Melonjak 39,88 Persen

Must Read

Moneter.co.id – Wisatawan China yang berlibur ke Pulau Dewata,
Bali mencapai 1,28 juta orang selama tahun 2017, meningkat 395.079 orang atau
39,88% dibandingkan tahun 2016 yang tercatat 990.771 orang.

“Masyarakat negeri Tirai Bambu itu berwisata ke Bali
sebagian besar lewat Bandara Ngurah Rai Bali, dengan menumpang pesawat yang terbang
langsung dari negaranya, hanya 272 orang melalui pelabuhan laut dengan
menumpang kapal pesiar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi
Bali Adi Nugroho di Denpasar, Sabtu (10/02).

Ia mengatakan, kunjungan masyarakat China untuk menikmati
panorama alam serta keunikan seni dan budaya masyarakat Bali menempati
peringkat teratas dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali, mampu
memberikan andil sebesar 24,32 persen dari total wisman ke Bali sebanyak 5,69
juta orang selama 2017. Total wisman ke Bali 2017 ini meningkat 769.802 orang
atau 15,62 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 4,92 juta orang.

Setelah China disusul kunjungan wisatawan Australia
memberikan kontribusi 19,22%, India 4,79%, Jepang 4,44%, Inggris 4,28%, Amerika
Serikat 3,19%, Perancis 3,12%, Jerman 3,11%, Korea Selatan 3,07%, Malaysia 2,99%
dan berbagai negara lainnya 27,31%.

Dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Bali sebagian
besar mengalami peningkatan yang signifikan, hanya dua negara yang mengalami
penurunan yakni Australia 4,21% dan Malaysia 5,15%. 

Adi Nugroho menambahkan, meningkatnya kunjungan turis China
ke Bali sejak beberapa tahun belakangan ini berkat berbagai faktor, salah satunya
semakin baiknya hubungan kerja sama antara pemerintah China dengan Indonesia
khususnya Bali.

Selain itu juga berkat terobosan yang dilakukan perusahaan
penerbangan nusantara, yakni Garuda Indonesia dengan memusatkan perhatiannya
terhadap lintasan penerbangan Tiongkok-Denpasar, Bali pergi-pulang (PP).

Dengan adanya angkutan udara relatif lancar menyebabkan angka
peningkatan kunjungan turis asing asal China ke Bali meningkat cukup
signifikan, ujar Adi Nugroho.

Sementara Gubernur Bali Made Mangku Pastika ketika menerima
kunjungan sejumlah wartawan dari Tiongkok baru-baru ini mengundang dan
meyakinkan wisatawan China untuk tidak khawatir datang ke Pulau Dewata, di
tengah aktivitas Gunung Agung, Kabupaten Karangasem yang sudah menurun.

Kondisi Bali sebenarnya tidak seseram yang diberitakan
khususnya di media-media Tiongkok. Kondisi yang sedikit genting hanya terjadi
selama 2,5 hari pada saat penutupan bandara beberapa bulan Januari lalu.

Gunung Agung saat ini status darurat sudah dicabut dan hanya
tinggal di kawasan enam kilometer dari puncak Gunung. Selanjutnya kawasan
itupun kemungkinan akan diturunkan menjadi tiga kilometer sehingga hanya ada
satu desa yang harus mengungsi dengan jumlah penduduk sekitar 300 jiwa.

“Jadi, saat ini kondisi di Bali sudah normal, aktivitas
Gunung Agung sudah menurun, status Awas hanya radius enam kilometer dari
puncak,” pungkasnya.

 

(HAP/Ant)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img