Rabu, Januari 14, 2026

Yakinkan Wisman Eropa, Bali Akan Promosi di ‘World Travel Mart 2017’

Must Read

Moneter.co.id – Kalangan pelaku pariwisata akan mempromosikan Pulau Dewata Bali di ajang ‘World Travel Mart’ (WTM) 2017 di London.

Ketua Badan Promosi
Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung IGN Rai Suryawijaya mengatakan, sebelum ke arena WTM pada 6-8 November, akan dilakukan sales mission dan table
top
di tiga kota yakni Bristol, Manchester, dan London.

“Kami membawa misi promosi
Bali dan Indonesia yang telah kami persiapkan secara matang, terutama informasi
terkini tentang kondisi Gunung Agung, untuk membidik kunjungan wisman tahun
depan,” katanya seusai pertemuan BPPD Badung, Bali, pada Minggu (29/10).

Rai menjelaskan, meskipun
status Gunung Agung telah diturunkan dari level IV (Awas) ke level III (Siaga)
sejak pukul 16.00 Wita, tetap diperlukan perjuangan untuk meyakinkan kembali
agar wisatawan, terutama Eropa, pelesir ke Bali.

“Dampak akibat status Awas gunung berapi lebih
dari sebulan ini tercatat penundaan kedatangan wisman ke Badung mencapai 10%. Meskipun
demikian, selama sepekan ini mulai banyak pemesanan kembali untuk berwisata ke
Pulau Dewata,” ujarnya.

Selama perjalanan promosi
31 Oktober hingga 9 November di Inggris, rombongan akan melakukan berbagai
pertemuan bisnis, menjamu mitra bisnis, dan mempererat jaringan yang semuanya
bertujuan untuk mendatangkan wisatawan sebanyaknya ke Bali.

“Kami berharap tamu Eropa
tak gampang terpengaruh berita hoaks yang dilancarkan negara pesaing Bali. Kami
akan meyakinkan bahwa Bali sangat aman,” kata Rai.

Rai akan menyampaikan
bahwa kawasan rawan bencana Gunung Agung hanya sekitar 2% dari luas Pulau Bali
atau radius 6 km-7,5 km dari kawah gunung Agung. Kalaupun terjadi erupsi,
pemerintah telah menyiapkan antisipasi dan evakuasi secara matang.

“Hingga
September 2017, berdasarkan catatan Uni Eropa, wisatawan asal Eropa ke Bali
telah mencapai 975 ribu orang. Wisman ini di antaranya dari Prancis, Inggris,
Jerman, Rusia dan negara lainnya yang pada akhir tahun ditargetkan 1,2 juta
orang ke Bali,” ucapnya.

Secara total, dari target
15 juta wisman ke Indonesia pada 2017, diharapkan Bali berkontribusi 40% atau 6
juta wisatawan mancanegara. Sedangkan wisatawan Nusantara (wisnus) ditargetkan
8 juta orang. Hingga September saja telah tercapai 5,2 juta wisman dan 7 juta
wisnus.

Khusus untuk wisman,
lanjut Rai, diharapkan dari China 2 juta, Australia 1,5 juta, Eropa 1,2 juta,
ditambah AS, Jepang, Korea Selatan, dan wisatawan Asia lainnya, target 6 juta
wisman bisa tercapai.

“Saya optimistis hingga
akhir tahun target wisman maupaun wisnus ke Bali bisa tercapai, masih sisa 2
bulan akan kita genjot, apalagi masih ada momen Natal dan Tahun Baru,” katanya.

Menurut Rai, industri
pariwisata Bali selain berharap dari pasar Eropa, juga menyasar pasar India, di
samping China yang sama-sama memiliki potensi besar.

Rai yang baru saja
roadshow ke New Delhi, Mumbai, Gujarat, dan Pune mendapatkan respons tinggi.
Tahun ini Bali menargetkan memperoleh 500.000 wisatawan dari India.

Yang menjadi kendala,
tambahnya, belum banyak penerbangan langsung dari beberapa kota di India ke
Bali. Dia menyarankan untuk menggunakan charter flight. Penerbanagn langsung
yang ada saat ini di antaranya Garuda Indonesia, AirAsia, dan Singapore
Airlines.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan mampu mendatangkan 2,5 juta wisatawan India dalam 5 tahun ke depan.
Rai mengatakan yakin target tersebut bisa tercapai dalam 3 tahun mendatang.

Menurut Badan Pusat Statistik
(BPS) Provinsi Bali mencatat wisatawan mancanegara asal India dan China memang
mendominasi jumlah wisatawan ke Bali hingga 30,86% pada semester I/2017.


(TOP)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ubah Mood Swing Jadi Mood Sweet, Fres & Natural Tambah Koleksi Baru Cologne dengan Wangi Dessert

Merek perawatan diri dari WINGS Care, Fres & Natural memperkuat deretan inovasi produk dengan meluncurkan varian terbaru Fres &...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img