Moneter.co.id – BPJS
Ketenagakerjaan Cabang Jambi menyatakan sebanyak 1.879 perusahaan baru di
provinsi itu telah tergabung sebagai peserta sepanjang tahun ini.
“Dari target
penambahan 1.913 perusahaan, hingga per 21 Desember 2017 sudah tercapai
penambahan perusahaan baru peserta BPJS-TK sebanyak 1.879 perusahaan,”
kata Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Mayriwan Ekaputra, Jumat (22/12).
Meskipun belum mencapai
target penambahan perusahaan baru, namun capaian tersebut dinilai sudah cukup
baik seiring dengan sosialisasi terhadap manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan
bagi perusahaan di wilayah tersebut.
Untuk wilayah kerja, kata Mayriwan,
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi tersebut meliputi sejumlah daerah, yakni
Kabupaten Batanghari, Muarojambi, Tanjungjabung Timur, Tanjungjabung Barat dan
Kota Jambi.
“Tentu capaian
tersebut tidak terlepas dari kinerja kantor cabang pembantu (KCP) di wilayah
kerja kita,” kata Mayriwan.
Pihaknya mengimbau
perusahaan yang selama ini pekerjanya belum terlindungi jaminan sosial
ketenagakerjaan agar bisa mendaftarkan menjadi peserta, sehingga semua tenaga
kerja di wilayah cabang Jambi bisa ter-cover.
Di samping perusahaan baru
yang terdaftar menjadi peserta, juga terdapat penambahan peserta baru yakni
dari sektor tenaga kerja penerima upah (PU) sebanyak 54.557 orang, atau
melebihi dari target yang ditetapkan sebanyak 47.895 peserta.
Sedangkan penambahan
peserta baru dari sektor tenaga kerja bukan penerima upah (BPU) sebanyak 25.983
peserta atau melampaui dari target yang ditetapkan sebelumnya sebanyak 24.001
peserta.
Kemudian ada juga
penambahan peserta dari sektor tenaga kerja jasa kontruksi (Jakon) sebanyak
100.279 peserta, katanya menjelaskan.
Selain itu, pihaknya
mencatat hingga 21 Desember 2017 jumlah peserta aktif sebanyak 115.816 tenaga
kerja penerima upah dan sebanyak 10.975 tenaga kerja bukan penerima upah.
“Untuk menggenjot
kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Jambi, kami melakukan berbagai
upaya, salah satunya merangkul pemangku kepentingan setempat untuk dapat
terlibat dalam percepatan program tersebut,” pungkas Mayriwan.
(HAP)




