Moneter.id – Indonesia Commodity & Derivatives
Exchange (ICDX) Group dibangun oleh anak bangsa, dengan cita-cita untuk memberikan manfaat dan membangun perekonomian Indonesia.
Catatan keberhasilan yang diukir adalah mengembalikan kedaulatan Indonesia
dalam perdagangan timah dunia, dengan berhasil menurunkan volume perdagangan timah yang sebelumnya 80% melalui Singapura, menjadi 24% di tahun 2018.
Hal ini juga diiringi dengan peningkatan yang signifikan Negara yang melakukan perdagangan melalui bursa yakni sebesar 86%, dari 14 negara menjadi 26 negara tujuan ekspor.
Chief Strategy Officer of ICDX, Megain Widjaja menjelaskan perjalanan ICDX Group
selama satu dasawarsa dalam industri Perdagangan Berjangka dan Komoditi di Indonesia,
telah melahirkan sebuah ekosistem untuk mewujudkan perdagangan yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.
“Ekosistem ini memberikan fleksibilitas dan layanan yang lengkap serta membuka peluang perdagangan yang lebih luas, tercatat dan transparan. Kami
berharap, para pelaku industri
di Indonesia bias mengakselerasi bisnisnya dengan lebih maksimal,” ucapnya di Jakarta, Rabu (4/07).
Menurut Megain, terbentuknya ekosistem Perdagangan Berjangka dan Komoditi di Indonesia
oleh ICDX, didorong oleh semangat untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada setiap anggota bursa, yang
kini telah beranggotakan 136
member.
“Ekosistem Perdagangan Berjangka dan Komoditi yang dibangun terdiri dari ICDX, Indonesia
Clearing House (ICH) dan ICDX Logistik Berikat (ILB),” bebernya.
Megain menjelaskan, perjalanan selama satu dasawarsa dalam industri Perdagangan Berjangka dan Komoditi (PBK) di
Indonesia juga mengajarkan makna pentingnya sinergi.
“Sinergi
demi mewujudkan ekosistem Perdagangan Berjangka dan Komoditi yang berdaulat, adil dan makmur serta senantiasa memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan bagi Indonesia,” tambah Megain.
Sinergi
yang kuat antar sektor berhasil membawa bursa komoditi Indonesia menguat di
dunia internasional, hal ini dibuktikan dengan meningkatnya Negara asing yang melakukan perdagangan dengan Indonesia sebesar dua kali lipat, jika dibandingkan dengan data pada tahun 2014. Pada periode yang sama, negara yang aktif melakukan transaksi melalui bursa juga tumbuh dua kali lipat.
“Berbagai pencapaian dalam 10 tahun terakhir akan menjadi bara api yang menyalakan semangat kami untuk selalu berinovasi dalam membangun perekonomian Indonesia.
Kedepannya, ICDX akan terus menghadirkan produk yang semakin mudah diakses oleh berbagai pihak, termasuk anak-anak muda. Sehingga perekonomian Indonesia
dapat semakin kuat dari berbagai sektor,” ujar Megain.
Lebih jauh, Megain menambahkan,
berbagai inovasi yang dihadirkan oleh ICDX bertujuan untuk mendorong kemajuan industri PBK, agar mampu mandiri dan menjadi referensi dunia untuk komoditi strategis Indonesia.
“Sinergi berbagai pihak perlu terus diperkuat, sehingga bisa menjadi landasan dalam pengembangan ekonomi Indonesia dengan semangat nasionalisme demi mewujudkan kedaulatan ekonomi
Indonesia,”
tungkasnya.




