Minggu, Maret 1, 2026

Diresmikan, ESEMKA Siap Wujudkan Kekuatan Industri Otomotif Nasional

Must Read

Moneter.id – Presiden
Joko Widodo
(Jokowi) meresmikan pabrik mobil keluaran PT Solo Manufaktur Kreasi (PT SMK) bermerek ESEMKA di Solo, Jawa Tengah,
Jumat (6/9)
. PT SMK selaku principal (pemilik produk) dari Indonesia ditargetkan bisa meningkatkan
penyerapan komponen otomotif dalam negeri, khususnya yang diproduksi Industri
Kecil dan Menengah (IKM). Langkah strategis ini akan mewujudkan kemandirian industri
nasional, terutama sektor otomotif.

“Saat
ini, PT SMK telah bekerjasama dengan lebih dari 30 industri penyedia komponen
otomotif lokal dan sudah melakukan persiapan untuk produksi massal,” kata
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto di sela mendampingi
Presiden Joko Widodo pada peresmian pabrik PT SMK di Solo, Jawa Tengah, Jumat (6/9).

Menperin
optimis,
peresmian pabrik
akan
memberikan efek berganda bagi perekonomian, seperti membuka lapangan kerja baru.
“Pada tahap awal akan menyerap 300 tenaga kerja untuk satu shift. Kalau
kapasitasnya nanti bertambah, tentu bertambah juga jumlah tenaga kerjanya. Ini
untuk tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Airlangga
memproyeksi industri otomotif di Indonesia ke depannya terus ekspansif seiring dengan
adanya peningkatan investasi. Apalagi, bagi mereka yang menghasilkan produk di
bawah Rp200 juta, seperti PT SMK ini dinilai punya peluang bisnis yang prospektif.

“Dengan
harga tersebut, menjadi sarana migrasi bagi para pemilik motor yang ingin
memiliki mobil pertama kali. Apalagi, PT SMK ini kan menghasilkan jenis pikap,
yang dapat menunjang produktivitas. Nah, seperti jenis komersial ini, dilihat
juga yang penting itu kapasitas muatan isinya. Artinya, semakin bisa menampung
banyak muatannya, potensi lakunya tinggi,” paparnya.

Menperin
menyampaikan, pemerintah memberikan dukungan penuh dalam upaya pengembangan industri
otomotif di Tanah Air. Sebab, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor
manufaktur yang diprioritaskan agar mampu berdaya saing global berdasarkan peta
jalan Making Indonesia 4.0.

“Kami
juga dorong peran dari industri komponennya, sehingga terbentuk rantai pasok terintegrasi,”
jelasnya.

Dalam
proses produksinya, PT SMK berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan komponen
lokal. Ini ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI)
bersama Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO) pada Agustus
2019 lalu di Jakarta.

“Sebagai
produsen otomotif, PT SMK telah memiliki Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) yang
telah diterbitkan oleh Kementerian Perindustrian untuk enam jenis kendaraan
roda empat. Empat di antaranya merupakan kendaraan komersial tipe pick up
single cabin
yang diberi nama BIMA – ESEMKA, lalu satu tipe penumpang double
cabin
yang diberi nama DIGDAYA – ESEMKA dan satu tipe lagi kendaraan
penumpang minivan dengan nama BORNEO – ESEMKA,” tutur Menperin.

Sebagai
principal otomotif nasional, saat ini PT SMK telah memiliki fasilitas
produksi yang telah siap beroperasi, antara lain lini pengecatan body,
lini perakitan mobil type monocoque, type chassis, gasoline
engine
, diesel engine, transmisi dan axle.

Kemudian,
ada juga lini penyambungan transmisi motor diesel dan motor bensin, lini
pengujian kendaraan statik atau elektronik, lini pengujian jalan, lini
perbaikan kendaraan pascauji, area stock yard, show room dan
fasilitas pendukung lainnya. 

“Tentunya
fasilitas produksi yang telah dimiliki PT SMK sebagai produsen mobil telah
membawa pada suatu tahapan yang lebih maju dan layak untuk dapat memproduksi
kendaraan roda empat. Ini kabar yang menggembirakan bagi industri otomotif di
Tanah Air,” ungkap Menperin.

Pada tahun pertama PT SMK akan memproduksi sebanyak
3.500 unit pick up BIMA – ESEMKA dengan kapasitas produksi total sebesar
12.000 unit per tahun.

Menperin menyebut, industri otomotif nasional saat ini telah
berkembang dengan baik dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi
perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor, investasi dan penyerapan
tenaga kerja.

“Dari
sisi produksi dan penjualan otomotif nasional, pada 2013 hingga 2018 telah
mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun. Tentunya banyak industri
komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut,”
sebutnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Sambut Ramadan 2026, Grand Travello Hotel Bekasi Hadirkan Showcase Kuliner dan Paket Spesial

Grand Travello Hotel menggelar Ramadan Showcase 2026 sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkualitas bagi masyarakat...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img