Gedung Bank BTN | Foto: Moneter.id

BTN Siapkan Strategi Cegah Penyebaran Virus Covid-19

10 Maret 2020

Moneter.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN menyiapkan Business Continuity Plan (BCP) untuk meminimalisir penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) terhadap dampaknya bagi bisnis perseroan.

“Sejak awal informasi terkait virus ini diumumkan, perseroan telah melakukan berbagai aksi sesuai arahan pemerintah,” kata Corporate Secretary Bank BTN, Achmad Chaerul di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Katanya, perseroan telah melakukan sosialisasi terhadap karyawan terkait berbagai langkah pencegahan penyebaran virus. “BTN juga ikut membantu menyalurkan masker bagi anak bangsa di Hongkong,” paparnya.

Menurutnya, BCP dan berbagai protokol yang kami susun tentunya tetap mengacu kepada kebijakan Menteri Kesehatan, standar umum penanganan, dan best practices sesuai skala kedaruratan.

“Kami juga mengikuti arahan dari Menteri Keuangan, OJK, dan BI yang telah disampaikan beberapa waktu lalu,” kata Chaerul.

Jelasnya, BCP tersebut dijadikan pedoman oleh unit kerja di Bank BTN. Isi BCP yakni kriteria penentuan kritikalitas wilayah dan pemetaan jaringan kantor berdasarkan kriteria kritikalitas tersebut.

Dalam BCP tersebut juga berisi prosedur yang harus dilakukan dalam mitigasi Covid-19, daftar rumah sakit rujukan pemerintah, serta standard operating procedur (SOP) penerimaan tamu dan penanganan pegawai suspect Covid-19.

Perseroan, lanjutnya, tengah menyusun protokol untuk memudahkan penutupan dan pengalihan layanan jaringan kantor jika terbukti terdampak virus corona.

“Sosialisasi yang juga telah dilakukan Bank BTN meliputi standarisasi pelayanan dalam mengurangi penyebaran Covid-19 seperti penyediaan hand sanitizer pada seluruh jaringan kantor, penggunaan masker, hingga teknik bersalaman. Perseroan juga mengaktifkan penggunaan thermometer untuk mengukur suhu tubuh setiap orang yang masuk ke area kerja Bank BTN,” ucap Chaerul.

Lanjutnya lagi, BTN juga mengeluarkan kebijakan terkait aktivitas yang berpotensi membawa risiko penularan Covid-19 ke lokasi kerja perseroan.

“Penundaan perjalanan dinas ke luar negeri dan penyeleksian pemberian cuti ke negara yang terdampak Covid-19,” tungkasnya.


TERKINI