Selasa, Maret 17, 2026

Maybank Indonesia Catat Laba Bersih Rp1,66 Triliun pada 2025, Tumbuh 48,5%

Must Read

PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan kinerja positif sepanjang Tahun Buku 2025 yang berakhir pada 31 Desember 2025. Bank mencatatkan Laba Sebelum Pajak (PBT) sebesar Rp2,22 triliun atau meningkat 38,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Laba Setelah Pajak dan Kepentingan Nonpengendali (PATAMI) naik 48,5% menjadi Rp1,66 triliun, didorong oleh penurunan biaya provisi dan pengelolaan biaya yang semakin efisien.

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan Pendapatan Bunga Bersih (NII) sebesar 1,6% secara tahunan, seiring penerapan risk-based pricing yang disiplin serta pergeseran komposisi pendanaan ke sumber yang lebih efisien. Marjin Bunga Bersih (NIM) tercatat 4,3% pada 2025.

Di sisi lain, Pendapatan Nonbunga (NOII) tumbuh 8,1%, terutama didorong oleh perbaikan pendapatan Global Markets yang mencapai Rp441 miliar, serta kontribusi dari asset recovery dan wealth management. Secara keseluruhan, Bank membukukan Gross Operating Income (GOI) sebesar Rp9,55 triliun, meningkat 3,1% secara tahunan.

Efisiensi operasional juga menunjukkan perbaikan. Beban overhead hanya meningkat 2,4%, lebih rendah dibandingkan kenaikan 8,5% pada tahun sebelumnya. Rasio efisiensi operasional (BOPO) tercatat 86,3%. Laba Operasional Sebelum Provisi (PPOP) tumbuh 4,8% menjadi Rp3,10 triliun, sementara beban pencadangan turun signifikan 28,7% seiring pengelolaan kredit yang prudent dan penurunan impairment charges sepanjang 2025.

Kinerja tersebut sekaligus menandai selesainya implementasi strategi transformasi tiga tahun M25+, yang berfokus pada penguatan fundamental bisnis, peningkatan kapabilitas organisasi, dan pertumbuhan berkelanjutan. Melalui lima pilar bisnis terintegrasi, strategi ini memperkuat struktur operasional dan model bisnis Bank serta membangun landasan yang lebih solid untuk penciptaan nilai jangka panjang.

Pada Kuartal IV 2025, Bank mencatat PBT sebesar Rp922 miliar atau naik 22,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama didorong pertumbuhan pendapatan nonbunga dari Global Markets dan wealth management. Secara kuartalan, PBT melonjak 72,7% dibandingkan Kuartal III 2025 berkat pertumbuhan NII sebesar 2,7% dan NOII sebesar 23,8%.

Dari sisi penyaluran kredit, kredit nonritel tumbuh 5,2% secara tahunan dengan kontribusi utama dari segmen komersial (Business Banking) yang meningkat 11,6% serta SME+ yang naik 6,6%. Kredit ritel juga tumbuh 5,2% ditopang pembiayaan otomotif yang meningkat 8,6% dan pembiayaan ritel konsumer seperti kartu kredit dan KTA yang naik 5,4%. Secara total, kredit yang dikelola melalui Community Financial Services (CFS) tumbuh 5,2% menjadi Rp87,17 triliun.

Namun secara keseluruhan, total kredit Bank tercatat Rp123,64 triliun atau turun 3,1% secara tahunan, sejalan dengan rebalancing portofolio kredit korporasi Global Banking. Total aset tercatat Rp193,72 triliun, turun 1,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi pendanaan, giro dan tabungan (CASA) tumbuh 6,3% dengan rasio CASA meningkat menjadi 57,6% pada Desember 2025 dari 52,9% pada Desember 2024. Total simpanan nasabah tercatat Rp116,19 triliun. Kualitas aset terus membaik dengan rasio NPL sebesar 2,2% (gross) dan 1,3% (net), lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Permodalan dan likuiditas Bank tetap kuat, tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 27,3% dan Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 26,1%. Loan-to-Deposit Ratio (LDR) berada di level 90,3%, sementara Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 175,8%, jauh di atas ketentuan minimum.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perseroan dalam memperkuat profitabilitas dan fundamental bisnis.

“Di sepanjang 2025, kami berfokus untuk meningkatkan kualitas pendapatan yang mumpuni serta berkelanjutan pada sejumlah lini bisnis kami yang terus menunjukkan perkembangan. Kami juga secara disiplin mengelola biaya serta mengoptimalkan struktur pendanaan, dengan pengelolaan risiko yang kuat, sehingga profitabilitas kami meningkat, diiringi kualitas aset yang semakin sehat, serta neraca yang lebih resilien,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagai salah satu home market Maybank Group, Maybank Indonesia akan terus selaras dengan arah strategis Grup untuk menghadirkan solusi keuangan berorientasi nasabah dan pertumbuhan bisnis yang disiplin.

Sementara itu, Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Khairussaleh Ramli, menilai capaian 2025 mencerminkan fundamental yang semakin kuat.

“Maybank Group baru-baru ini meluncurkan strategi ROAR30, yang merupakan rencana lima tahun paling ambisius dalam sejarah Grup. Strategi ini dibangun di atas momentum yang telah diciptakan melalui M25+ yang berfokus pada percepatan pertumbuhan, penguatan kapabilitas bisnis dan teknologi, serta keberlanjutan Maybank untuk generasi mendatang,” katanya.

Ia menegaskan strategi ROAR30 akan dijalankan dengan mengedepankan misi Humanising Financial Services melalui fokus pada pengalaman terbaik bagi nasabah, dampak positif bagi masyarakat, serta penguatan ekonomi riil, sehingga Maybank Indonesia dapat menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan di pasar domestik.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Antisipasi Lonjakan Trafik Digital Sepanjang Idulfitri, Lintasarta Perkuat Infrastruktur AI dan Jaringan Nasional

Menyambut periode libur panjang Idulfitri 1447 H, Lintasarta memastikan kesiapan penuh infrastruktur digital dan kecerdasan artifisial (AI) untuk menjaga...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img