Senin, Juni 15, 2026

Belanja Produk Berkualitas Kian Diminati, Nilai Transaksi Pelanggan Lazada Naik 52%

Must Read

Pergeseran preferensi konsumen yang semakin mengutamakan kualitas dan keaslian produk mulai tercermin pada pola belanja masyarakat di platform e-commerce. PT Lazada Indonesia mencatat nilai rata-rata pembelanjaan pelanggan selama kampanye Lazada 6.6 Super WOW Sale meningkat 52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut terjadi seiring semakin besarnya minat pelanggan terhadap produk dari merek terpercaya yang tersedia di kanal LazMall. Selama periode promosi yang berlangsung pada 5 Juni hingga 8 Juni 2026, penjualan di LazMall melonjak hingga lima kali lipat dibandingkan hari biasa.

Commercial Director Lazada Indonesia, Erika Agustine, mengatakan konsumen kini semakin selektif dalam menentukan prioritas belanja. Menurutnya, pelanggan tidak lagi hanya mengejar harga murah, tetapi juga mempertimbangkan nilai jangka panjang dari produk yang dibeli.

“Kami melihat perubahan perilaku konsumen yang semakin mengedepankan nilai (value) dalam setiap keputusan belanja. Pertumbuhan LazMall selama kampanye 6.6 menunjukkan bahwa semakin banyak pelanggan memilih produk asli dari brand terpercaya sebagai investasi untuk kebutuhan sehari-hari maupun jangka panjang. Melalui LazMall, kami ingin terus menghadirkan pengalaman berbelanja yang memberikan rasa aman, nyaman, dan terpercaya bagi pelanggan,” ujar Erika dalam keterangannya, Senin (15/6).

Tren tersebut turut memperkuat posisi LazMall sebagai kanal pilihan pelanggan untuk mendapatkan produk asli dari merek lokal maupun global. Kenaikan nilai transaksi rata-rata pelanggan di LazMall pun terus berlanjut dari tahun ke tahun.

Dari sisi kategori, produk fesyen menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan peningkatan penjualan hingga enam kali lipat dibandingkan hari biasa. Menjelang musim liburan sekolah, pelanggan memanfaatkan momentum kampanye 6.6 untuk memperbarui koleksi pakaian dan perlengkapan perjalanan. Produk dari Adidas, Nike, PUMA, Eiger, dan Hush Puppies menjadi yang paling banyak dicari, khususnya pada kategori sepatu, busana pria, serta tas dan perlengkapan bepergian.

Sementara itu, kategori elektronik mencatat kenaikan penjualan hingga empat kali lipat. Meningkatnya kebutuhan perangkat digital menjelang tahun ajaran baru menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut.

“Momentum pertengahan tahun yang berdekatan dengan musim ‘back-to-school’ menjadi salah satu pendorong pertumbuhan kategori Elektronik. Kami melihat kebutuhan masyarakat kini semakin bergeser, di mana perangkat digital menjadi bagian penting untuk mendukung produktivitas, baik bagi pelajar, mahasiswa, maupun keluarga,” kata Erika.

Produk smart devices serta mobile dan tablet menjadi pendorong utama pertumbuhan kategori elektronik. Sejumlah merek seperti Samsung, OPPO, Vivo, Infinix, dan Coocaa menjadi pilihan utama pelanggan selama kampanye berlangsung.

Pada kategori kecantikan, minat konsumen juga terus meningkat. Produk dari Wardah, Glad2Glow, Skintific, hingga merek premium seperti La Mer dan SK-II menjadi favorit pelanggan, mencerminkan tingginya permintaan terhadap produk perawatan diri berkualitas.

Selain mendorong penjualan, Lazada terus memperkuat pengalaman berbelanja melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI). Lewat asisten belanja AI Lazzie, pelanggan dapat memperoleh rekomendasi produk yang lebih personal, mencari produk dengan lebih mudah, hingga mengumpulkan voucher secara otomatis.

“Kami terus mengembangkan ekosistem belanja yang tidak hanya menghadirkan produk dan penawaran terbaik, tetapi juga pengalaman yang semakin mudah, personal, dan relevan melalui pemanfaatan AI. Ke depan, kami akan terus berinovasi untuk membantu pelanggan menemukan produk yang mereka butuhkan dengan lebih cepat dan nyaman,” tutup Erika.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Ancaman Siber Kepung Infrastruktur Kritis, Sektor Energi RI Jadi Target Utama

Ancaman siber terhadap sistem kontrol industri (industrial control systems/ICS) di Indonesia masih menjadi perhatian serius pada awal 2026. Laporan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img