Jumat, Agustus 7, 2026

BELL Kantongi Laba Bersih Rp13 Miliar di Semester I 2026

Must Read

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menunjukkan ketahanan bisnis di tengah masih lesunya konsumsi masyarakat. Strategi diversifikasi usaha yang mengandalkan segmen manufaktur, distribusi, dan seragam berhasil mengompensasi tekanan pada bisnis ritel, sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang semester I 2026.

Emiten tekstil tersebut membukukan penjualan sebesar Rp330 miliar hingga akhir Juni 2026 atau meningkat 16,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan diikuti lonjakan laba bersih sebesar 62,9% secara tahunan menjadi Rp13 miliar, mencerminkan peningkatan efisiensi sekaligus kuatnya permintaan dari sejumlah lini bisnis utama.

Segmen manufaktur masih menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan Perseroan. Hingga semester I 2026, lini usaha ini membukukan penjualan Rp188,4 miliar, naik 13,7% dibandingkan tahun sebelumnya dan berkontribusi sekitar 43% terhadap total penjualan konsolidasi.

Pertumbuhan juga datang dari bisnis distribusi yang mencatat penjualan Rp105,9 miliar atau meningkat 23,9% secara tahunan. Kinerja tersebut menunjukkan saluran distribusi Perseroan tetap mampu menangkap permintaan pasar meski industri tekstil masih menghadapi tantangan.

Kontributor pertumbuhan paling agresif berasal dari segmen seragam. Penjualan lini usaha ini melesat 322,8% menjadi Rp66,4 miliar dibandingkan Rp15,7 miliar pada semester I 2025. Lonjakan tersebut didorong meningkatnya pesanan dari kalangan korporasi maupun instansi pemerintah dan swasta.

Sebaliknya, segmen ritel masih terdampak oleh lemahnya daya beli masyarakat. Hingga semester I 2026, penjualan dari lini bisnis tersebut tercatat Rp75,3 miliar, mencerminkan konsumsi produk fesyen yang belum sepenuhnya pulih.

Kinerja keuangan yang membaik juga tercermin pada laba operasional yang naik 20,3% secara tahunan menjadi Rp22,4 miliar. Perseroan menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi peningkatan efektivitas operasional, termasuk modernisasi fasilitas produksi.

Pada tahun ini, BELL mengalokasikan belanja modal sebesar Rp21 miliar. Sebanyak Rp16 miliar digunakan untuk peremajaan mesin di segmen manufaktur guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sementara sisanya dialokasikan bagi penguatan riset dan pengembangan melalui Trisula Innovation Center (TIC).

Melalui TIC, Perseroan mempercepat pengembangan produk baru sekaligus mempererat kolaborasi dengan pelanggan dalam menciptakan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang bisnis baru dan memperluas basis pelanggan.

Direktur Utama BELL, Karsongno Wongso Djaja, mengatakan inovasi akan terus menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis.

“Kami sangat optimis terhadap keberlanjutan kinerja positif BELL ke depan. Inovasi berkelanjutan menjadi salah satu strategi kami untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri tekstil,” ujar Karsongno Wongso Djaja.

Perseroan optimistis kombinasi strategi diversifikasi usaha, peningkatan efisiensi produksi, serta inovasi produk akan menopang kinerja hingga akhir tahun. Dengan harapan permintaan pasar membaik pada semester II, BELL membidik pertumbuhan penjualan sebesar 8% sepanjang 2026.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Klaim Cair Dua Hari, Asuransi Sinar Mas Andalkan Kecepatan Layanan untuk Perkuat Daya Saing

Kecepatan penyelesaian klaim menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga kepercayaan nasabah di tengah persaingan industri asuransi umum yang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img