Foto: Web PT Indika Energy Tbk (INDY)

Alokasikan USD20 Juta, Indika Energy Buyback Saham Pada 9 April - 8 Juli 2020

09 April 2020

Moneter.id – PT Indika Energy Tbk (INDY) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham dan mengalokasikan dana sekitar US$20 juta. Periode pembelian kembali saham akan berlaku pada 9 April 2020 hingga 8 Juli 2020.

Pembelian saham kembali itu didorong oleh relaksasi kebijakan buyback tanpa rapat umum pemegang saham (RUPS) oleh OJK seiring dengan kondisi perdagangan di BEI yang terus mengalami tekanan signifikan, termasuk harga saham perseroan.

Pada perdagangan Rabu (8/4/2020) harga saham INDY berada di level Rp740 per saham, terkoreksi 1,99%. Sementara itu, sepanjang tahun berjalan 2020 saham INDY telah terkoreksi hingga 38,08%.

Perseroan menjelaskan, penurunan signifikan harga saham perseroan tidak mencerminkan kinerja perseroan sehingga perseroan bermaksud untuk menunjukkan komitmennya dalam rangka meningkatkan nilai pemegang saham dengan mengembalikan kelebihan arus kas bebas kepada pemegang saham melalui aksi buyback.

“Perseroan mengalokasikan dana sebanyak-banyaknya US$20 juta atau setara dengan Rp300 miliar dengan asumsi nilai tukar Rp15.000 per dolar AS untuk pembelian kembali saham, yang termasuk biaya transaksi, komisi broker, dan biaya biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali saham,” tulis keterangan resmi perseroan, Rabu (8/4/2020).

Namun, perseroan tidak menjelaskan secara detail terkait jumlah saham yang akan dibeli kembali. INDY mengaku pembelian kembali saham tersebut tidak akan menyebabkan penurunan pendapat perseroan atau dampak negatif material terhadap kegiatan usaha.

Asumsi INDY, setelah aksi buyback dengan pembelian maksimum sebesar 5,8% dari jumlah saham disetor, laba inti per saham yang sebelumnya sebesar 0,0117 pada 2019, akan naik menjadi sebesar 0,0164.

Per 29 Februari 2020 total kepemilikan saham oleh publik sebesar 31,56% atau sekitar 1,6 miliar saham, sedangkan total kepemilikan oleh perseroan sebesar 37,79% atau setara 1,96 miliar saham. Perseroan menunjuk PT Mandiri Sekuritas Indonesia sebagai perantara pedagang efek perseroan. 

 


TERKINI