Ilustrasi merger | Foto: Istimewa

CORE Sebut Merger Gojek - Tokopedia Tidak Ciptakan Monopoli Pasar Digital Indonesia

07 Januari 2021

Moneter.id – Penggabungan atau merger antara Gojek yang berstatus startup decacorn dan unicorn Tokopedia merupakan langkah strategis dan taktis karena aksi ini dilakukan oleh dua entitas bisnis yang memiliki segmen usaha berbeda yaitu ride-hailing dan e-commerce.

Demikian disampaikan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah di Jakarta, Rabu (6/1/21). “Rencana merger ini tidak akan menciptakan monopoli di pasar digital Indonesia,” katanya.

Alasannya, Piter bilang, mereka berada disegmen bisnis yang berbeda. Justru ini akan saling melengkapi dan itu strategi yang sangat taktis dalam menghadapi pandemi ini.

“Selain itu, tidak akan menciptakan barrier to entry yang tinggi bagi potensi masuknya pemain baru baik yang akan menggarap ceruk pasar baru atau berkompetisi di bidang sama dengan perusahaan hasil gabungan Gojek dan Tokopedia,” paparnya lagi.

Barrier to entry yang biasanya membayangi setiap aksi merger perusahaan itu kelihatannya relatif rendah,” kata Piter.

Menurutnya, meskipun mereka akan menjadi market leader dan memiliki market share yang cukup besar namun hal tersebut tidak akan memicu persaingan tidak sehat. “Malah saya optimis bahwa aksi merger dua start up ini akan mampu membawa banyak manfaat terutama bagi pertumbuhan UMKM dan pasar digital Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut didukung oleh fakta bahwa kedua perusahaan yang memiliki valuasi masing-masing 10,5 miliar dolar AS dan 7,5 miliar dolar AS itu selama ini selalu mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai lini bisnis yang dioperasikannya.

“Kita sudah lihat bagaimana orang dengan modal Rp500 ribu bisa mulai berdagang di Tokopedia. Itu artinya merger kedua perusahaan itu tidak akan mematikan UMKM namun sebaliknya justru memberikan ruang bagi UMKM untuk tumbuh,” jelasnya.

Dalam Tokopedia terdapat sekitar 10 juta mitra serta lebih dari 1 juta mitra UMKM yang bergabung di Gojek di luar 1,5 juta mitra driver Gojek yang melayani jasa transportasi dan pengantaran secara daring.


TERKINI