Sabtu, Maret 14, 2026

Karena Usia dan Kesehatan, Kaisar Jepang Akihito Bakal Turun Tahta

Must Read

Moneter.co.id – Pada 30 April 2019 nanti, Kaisar Jepang Akihito berencana turun takhta di
usianya yang ke-85. Akihito menjadi yang pertama sebagai Kaisar Jepang yang
memutuskan 
turun dari Takhta Bunga Krisan dalam 200 tahun terakhir.

Menurut
keterangan Pemerintah Jepang yang dikutip dari Associated Press,
Jumat (01/12), posisi Kaisar Akihito akan diambil alih oleh Putra Mahkota
Naruhito. Sang putra mahkota akan secara resmi naik takhta pada 1 Mei 2019,
atau sehari setelah Kaisar Akihito meletakkan jabatannya.

Kaisar Akihito mengungkapkan
keinginannya untuk turun takhta pada musim panas lalu dengan alasan usia dan
kesehatannya yang sudah tidak memungkinkan. Naiknya Putra Mahkota Naruhito ke
Takhta Bunga Krisan pada 1 Mei 2019 akan menjadi awal dari sebuah era baru yang
namanya belum disebutkan.

Keputusan ini dibuat pada Jumat, 1
Desember dalam sebuat pertemuan Dewan Rumah Tangga Kekaisaran. Sejumlah
politisi, petugas yudisial dan anggota keluarga kerajaan juga turut hadir dalam
pertemuan tersebut.

Namun,
keputusan tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari kabinet yang akan
diberikan pada 8 Desember mendatang.

Undang-undang yang memberi izin Kaisar
Akihito untuk turun takhta dalam waktu tiga tahun telah diberlakukan pada awal
tahun ini.

Keinginan Kaisar Akihito untuk
meninggalkan takhta telah menghidupkan kembali perdebatan tentang monarki
Jepang yang telah berusia 2.000 tahun dan juga diskusi tentang peningkatan
status anggota wanita dalam populasi keluarga kerajaan yang menyusut.

Aturan
suksesi saat ini hanya berlaku bagi laki-laki dan melarang wanita untuk duduk
di Takhta Bunga Krisan. Seorang wanita anggota keluarga kerajaan jepang juga
kehilangan status bangsawan mereka saat menikahi pria dari kalangan rakyat
biasa.

Sekedar
informasi, Kaisar Akihito naik takhta pada Januari 1989 saat berusia 56 tahun
setelah mangkatnya sang ayah, Kaisar Hirohito. Naiknya suami dari Permaisuri
Michiko sebagai Kaisar Jepang mengawali Era Heisei.

Sejak saat itu, Kaisar Akihito dan
istrinya menjalankan tugas-tugas kerajaan, termasuk melakukan kunjungan ke
korban bencana alam seperti yang dilakukannya usai bencana tsunami 2011.

Aturan undang-undang untuk pengunduran
diri Kaisar Akihito diperlukan karena Undang-undang Rumah Tangga Kekaisaran
1947 tidak mengatur mengenai penyerahan takhta. Kaisar Jepang terakhir yang
turun takhta adalah Kaisar Kokaku di 1817. (SAM)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Jumlah Pemegang Saham LAPD Naik Signifikan, Seiring Masuknya Pengendali Baru

Jumlah pemegang saham PT Leyand International Tbk tercatat mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img